alexametrics
Liga 1 2019

Pelatih Asing Bukan Jaminan, Buktinya di Tiga Tim Degradasi Musim Ini

28 Desember 2019, 17:00:05 WIB

JawaPos.com – Ada fakta unik dari tiga tim yang turun kasta tahun ini. Ketiganya ditangani pelatih asing. Badak Lampung mempekerjakan pelatih asal Slovenia Milan Petrovic. Lalu, Kalteng Putra mempercayakan timnya kepada pelatih asal Brasil Gomes de Oliveira. Dan, Semen Padang sejak September lalu menunjuk pelatih asal Portugal Eduardo Almeida.

Meski timnya turun kasta, para pelatih asing tersebut tetap memuji kinerja tim asuhannya. ”Secara umum, perjalanan kami (Badak Lampung, Red) bagus,” kata Milan Petrovic. ”Hanya ada beberapa kesalahan yang membuat kami sering kehilangan poin,” lanjut pelatih berlisensi UEFA Pro itu. Sebagai bentuk tanggung jawab, dia ingin bertahan bersama Badak Lampung musim depan. ”Semoga manajemen bisa mendatangkan pemain bagus agar kami bisa kembali ke Liga 1,” tambah Milan. 

Hal senada disampaikan Gomes. Menurut dia, secara performa Kalteng Putra tak terlalu jeblok. ”Jujur, pemain tampil tidak mengecewakan. Tapi, kerja sama dengan manajemen buruk. Beberapa kali tidak latihan membuat tim terpuruk,” kata Gomes.

Lalu, kenapa deretan pelatih asing itu bisa gagal ? Jan Saragih yang menangani Badak Lampung pada awal musim menilai, kegagalan tak harus dibebankan kepada seorang pelatih. Badak Lampung misalnya. Mereka babak belur karena minimnya persiapan. ”Situasinya seperti itu. Uji coba sedikit terlambat, persiapan hanya satu bulan,’’ kata Jan.

Selain itu, Badak Lampung harus beradaptasi lagi untuk main di kandang sendiri, Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Proses adaptasi itu yang membuat Badak Lampung sulit menang di kandang sendiri. Dari 17 laga kandang, mereka hanya meraih empat kemenangan. ’’Poin di kandang itu penting, tapi kami saat itu sulit maksimalkan,’’ tuturnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/rid/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads