alexametrics
Liga 1 2019

Barito Putera vs Persebaya: Waspadai Mantan yang Sering Menyusahkan

28 September 2019, 12:34:15 WIB

JawaPos.com – Saat masih membesut Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman selalu bersemangat ketika bertemu mantan tim asuhannya. Seperti ada ekspresi untuk menunjukkan kualitasnya di depan tim yang mendepak dirinya. Bersama Persebaya, pelatih yang akrab disapa Djanur itu selalu menang ketika bersua Persib Bandung.

Nah, letupan spirit Djanur inilah yang harus diwaspadai Persebaya Surabaya di Stadion Demang Lehman, Martapura malam nanti. Sebab, Djanur kini menjadi juru taktik Barito. Apalagi, pelatih asal Majalengka itu sudah menegaskan bahwa dia tak akan membiarkan Persebaya pulang membawa poin.

Persebaya Surabaya

“Sebenarnya saya tidak terlalu memperhatikan statistik (sering menang melawan mantan tim, red) itu. Tapi, yang jelas saat ini Barito dalam posisi sulit dan kami butuh kemenangan,” kata Djanur. ”Tidak ada pilihan lain selain menang bagi kami saat bertemu Persebaya,” tegasnya.

Persebaya menyadari betul potensi ledakan Djanur. Bagaimana pun, mantan pelatih PSMS Medan ini paham betul isi dapur Persebaya. Sebab, Djanur cukup lama menangani tim berjuluk Green Force tersebut. “Kami sangat respek dengan coach Djanur. Beliau pelatih yang bagus. Tapi, coach Wolfgang Pikal sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Barito besok malam (malam ini),” kata asisten pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro pada sesi jumpa pers kemarin sore (27/9).

Sejauh ini, Bejo sudah pernah mendampingi Djanur dan Pikal. Tentu ada perbedaan gaya melatih dan karakter dari keduanya. Sayangnya, Bejo enggan membeberkan perbedaan kedua pelatih. “Saya tidak mau ngomong soal itu (perbedaan Pikal dan Djanur). Yang jelas saya respek kepada coach Djanur,” kata pria yang semasa aktif bermain berposisi sebagai libero itu.

Pemain Persebaya pun setali tiga uang. Seperti halnya yang diutarakan bek kanan Abu Rizal Maulana. Pemain yang akrab disapa Rodeg tersebut hanya mau bicara secara umum saja. Enggan ngomong yang spesifik. “Sebagai manusia tentu Coach Djanur dan Coach Pikal memiliki karakter yang berbeda. Sebagai pelatih pun pasti berbeda karakternya. Dan sepak bola itu tidak serius terus, kadang ada bercandanya. Yang pasti keduanya berbeda,” ujar Rodeg.

Barito Putera

Sebaliknya, bek kanan Persebaya Abu Rizal Maulana memberikan pernyataan berbeda.

“Sebagai manusia tentu Coach Djanur dan Coach Pikal memiliki karakter yang berbeda. Sebagai pelatih pun pasti berbeda karakternya,” kata Rodeg-sapaan akrab Abu Rizal Maulana. ”Yang jelas kami sudah tiga laga bersama Coach Pikal dan kami merasakan betul perubahannya,” timpalnya.

Perubahan itulah yang mungkin bisa menyulitkan Djanur untuk mewujudkan ambisinya meredam sang mantan. Apalagi, ada celah di kubu tim asal Banjarmasin tersebut ketika bermain di kandang. Dalam beberapa laga home, Barito justru sering mengalami episode negatif. Bahkan, saat menjamu Persipura Jayapura (23/8) mereka dibantai empat gol tanpa balas. Rabu pekan lalu (18/9), giliran Bhayangkara FC yang berpesta di kandang Barito Putera. Mereka menang telak 4-1.

Di sisi lain, Persebaya justru memiliki catatan apik kala melakoni laga tandang. Ruben Sanadi dkk mampu membukukan empat kemenangan saat menjalani pertandingan tandang. Bahkan, dalam partai tandang terakhirnya ke markas PSIS Semarang, Persebaya menang dengan margin empat gol.

“Sama seperti saat melawan Semarang (PSIS, red), kami juga selalu ingin mencuri poin setiap pertandingan tandang. Demikian pula saat datang ke Barito ini. Kami juga ingin menang,” ujar Bejo.

Bejo mengingatkan, meski masih di zona degradasi, Barito Putera tetap berbahaya. ”Sepak bola itu bukan hitungan matematis. Barito ini tetap tim bagus. Pemain mereka seperti Evan Dimas, Bayu Pradana, dan Rizky Pora merupakan pemain-pemain terbaik di Indonesia saat ini,” pesan Bejo.

Dalam lawatannya kali ini, Persebaya tak bisa menurunkan Osvaldo Haay. Winger asal Papua ini terkena akumulasi. Tanpa Osvaldo, Persebaya akhirnya menyertakan Irfan Jaya. Padahal, Irfan masih dalam tahap pemulihan cedera engkel.

Terpisah, Djanur sudah mengubur kenangannya bersama Persebaya. Baginya perjalanan sebelumnya bersama tim asal Kota Pahlawan tersebut sudah menjadi masa lalunya. Kini dia memilih fokus sepenuhnya dengan Barito Putera.

“Saya tidak mau mengungkit-ngungkit itu lagi. Saya tidak mau bicara soal klub mantan. Dari pada bicara ketika itu, ketika itu, dan ketika itu, saya memilih fokus tantangan ke depan,” sebut Djanur.


Perkiraan Pemain

Barito Putera (4-2-3-1) : 16-M. Riyandi (pg); 14-Nazar, 55-Dandi Maulana, 89-Cassio de Jessus, 5- Rony Beroperay; 7-Kosuke, 13-Bayu Pradana; 26-Rizky Pora (c), 6-Evan Dimas; 10-Rafael Silva; 30- Fransisco Torres.

Pelatih: Djajang Nurjaman

Persebaya (4-2-3-1) : 33-Miswar Saputra (pg); 22-M.Rizal Maulana, 23-Hansamu Yama, 44-Andri Muliadi 14-Ruben Sanadi (c); 96-M. Hidayat, 28-Aryn Williams; 8-Oktafianus, 90-Diogo Campos, 41-Irfan Jaya; 7-David Da Silva

Pelatih: Wolfgang Pikal

Stadion: Demang Lehman, Martapura

Live : Indosiar pukul 18.30 WIB

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Fim/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads