alexametrics
Liga 1 2019

PT LIB: Mau Ideal Liga 1 Selesai Februari, tapi Itu Tidak Mungkin

27 Juli 2019, 17:00:36 WIB

JawaPos.com – PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 harus putar otak menyusun jadwal terbaru usai pertemuan dengan 18 klub dan PSSI pada Kamis (25/7). Dalam kondisi yang saat ini, tanpa FIFA Matchday, klub-klub masih harus bertanding di jadwal yang padat. Apalagi ke depannya mulai akhir Agustus mendatang akan terganggu dengan program-program Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia.

Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra mengakui hal tersebut. Sebenarnya sejak awal musim, pihaknya sudah menyiapkan kalender hingga berakhir pada 22 Desember mendatang. Di mana di dalamnya sudah ada agenda FIFA Matchday termasuk training camp yang dibutuhkan oleh Pelatih Simon McMenemy.

Kenyataannya, ketika kompetisi sudah berjalan, banyak variabel yang membuat jadwal awal itu berubah. Terutama karena adanya Piala Indonesia. Memulai di Babak 8 Besar yang di dalamnya ada separo kontestan Liga 1 bertanding, otomatis jadwal yang dibuatnya itu kacau balau. ’’Akhirnya konsekuensinya ke tim, terutama masalah recovery,’’ bebernya.

Dia tidak mau dikatakan tidak mempersiapkan opsi-opsi lainnya. Asep menegaskan PT LIB sudah ready dengan jadwal lainnya. ’’Yang jadi masalah, di babak 8 besar Piala Indonesia tidak ketahuan siapa yang lolos. Itu yang membuat  kami sulit memutuskan jadwal baru,’’ lanjutnya.

Apabila dihitung Asep mengatakan putaran kedua saja, tersisa 12 pekan. Artinya, sebisa mungkin 17 pertandingan untuk satu tim dalam putaran kedua harus diselesaikan dalam 12 pekan. ’’12 pekan itu belum termasuk FIFA Matchday, ada tiga pekan. Kurangi saja, lalu untuk training camp. Mau tidak mau kami harus memutar otak untuk itu. Persiapan timnas maksimal, tim tidak ada yang dirugikan,’’ tuturnya.

Menurutnya, jika mencari jadwal ideal, kompetisi saat ini sudah tidak mungkin terjadi. Artinya, klub-klub harus menerima konsekuensi bertanding dalam jadwal yang sangat padat. Harus pintar-pintar mengatur recovery pemainnya. ’’Kalau musim ini selesai Februari bisa ideal, tapi kan tidak mungkin,’’ katanya.

Pelatih Timnas McMenemy sendiri sudah paham bagaimana rumitnya jadwal ke depannya. Dia mengerti klub-klub memang harus ikhlas menyerahkan pemainnya untuk timnas. Di samping itu, klub-klub juga ingin pemain-pemain itu masih bisa dipakai untuk kompetisi di putaran kedua, dalam situasi yang genting di klasemen.

Karena itu, agar klub-klub bisa sama-sama menikmati jasa pemain untuk timnas, Mantan Pelatih Bhayangkara FC itu sudah punya program tersendiri. Yakni melakukan medical check-in dan check-out untuk pemain yang dipanggilnya. Sebuah sistem pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada pemain ketika datang dan pergi saat membela timnas, baik pertandingan ataupun TC. ’’Karena ketika memanggil pemain dalam kondisi yang baik, kami mengembalikan ke klub dalam kondisi yang baik juga,’’ terangnya.

Timnas sendiri akan mulai melakukan pertandingan perdananya melawan Malaysia pada 5 September mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelah itu, 5 hari setelahnya tepatnya 10 September bakal melawan Thailand di tempat yang sama. McMenemy berharap dua laga kandang itu bisa disapu bersih dengan kemenangan.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha menjelaskan jadwal Liga 1 hanya akan berubah pada pekan ke-18 hingga ke-34 saja. Sebab, para pemain akan mulai dipanggil ke timnas untuk TC pada 21 Agustus mendatang. ’’Konsekuensinya ada beberapa pertandingan yang harus berubah, ada yang digeser karena ketika dipanggil masih belum masuk waktu FIFA Matchday. Jadi liga tidak bisa berhenti,’’ ujarnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads