alexametrics
Liga 1 2019

Milomir Seslija: Dedik dan Alfarizi Belum Tentu Bisa Main Lawan Persib

27 Juli 2019, 12:00:29 WIB

JawaPos.com – Tak butuh waktu lama bagi Arema FC untuk bangkit. Setelah kalah 1-0 atas Madura United (20/7), Singo Edan –julukan Arema FC- kembali ke jalur kemenangan. Itu setelah menggasak Bhayangkara FC 3-2 di stadion Kanjuruhan , Kabupaten Malang, kemarin sore.

Arema FC memang tampil meyakinkan. Mereka bahkan sempat unggul tiga gol melalui gol Dedik Setiawan (12’), Sylvano Comvalius (45’) dan Makan Konate (59’). Tapi, penggawa Singo Edan kehilangan fokus setelah unggul tiga gol. Mereka kebobolan dua gol dalam tempo empat menit. Yakni lewat sontekan Flavio Beck (61’) dan Herman Dzumafo (64’).

Arema FC

Untungnya, Singo Edan mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang ditiupkan. Soal kebobolan dua gol, pelatih Arema FC Milomir Seslija punya alasan. Dia menilai cederanya Dedik dan Johan Alfarizi jadi penyebabnya. Dedik ditarik keluar dan digantikan Ricky Kayame pada menit 37’. Sementara Hanif Sjahbandi masuk menggantikan Alfarizi sepuluh menit berselang.

“Keluarnya Dedik dan Alfarizi mengubah strategi permainan kami. Ini (cedera) adalah hal yang tidak bisa kami prediksi dalam pertandingan,” kata Milo seusai laga. Kemenangan atas Bhayangkara FC pun harus dibayar mahal. Sebab, Milo cukup khawatir dengan kondisi Dedik dan Alfarizi. “Dedik dan Alfarizi belum tentu bisa main lawan Persib Bandung,” tambah pelatih 55 tahun itu. Setelah ini, Arema FC memang akan menjamu Persib di stadion Kanjuruhan pada 30 Juli nanti.

Meski hanya menang tipis, Milo mengaku puas. Sebab, anak asuhnya sudah menunjukan penampilan terbaik. Termasuk mampu tampil lebih tenang meski sempat kebobolan dua gol. “Kami melihat Bhayangkara FC sebagi tim yang bagus. Anak-anak sudah bekerja keras. terimakasih juga atas dukungan Aremania yang datang ke stadion,” terang Milo.

Jika Milo puas, tak demikian dengan kubu Bhayangkara FC. Pelatih Angel Alfredo Vera sangat menyesalkan anak asuhnya yang tak mampu mencetak satu gol tambahan untuk meraih hasil imbang. “Kami sudah bermain bagus. Banyak peluang, tapi akhirnya kami tetap kalah,” katanya. Dia pun menyesalkan dua gol Arema FC yang terjadi dari situasi set piece.

“Mereka mampu memanfaatkan situasi bola mati. Kami kurang beruntung, tapi inilah sepakbola,” terang mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.

Hasil ini membuat Bhayangkara FC belum juga bangkit. Sebelumnya, The Guardian –julukan Bhayangkara FC- kalah 1-0 atas Persipura Jayapura (21/7). Bukan hanya kalah, kebobolan dua gol membuat Bhayangkara FC tak pernah clean sheet dalam 11 laga. Total, mereka sudah kebobolan 16 gol. “Ada beberapa kesalahan individu yang harus kami perbaiki,” jelas pelatih asal Argentina itu.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads