alexametrics
Wasit

Purwanto Kini Hidup Lebih Tenang Setelah Mundur dari Komite Wasit PSSI

27 Juni 2019, 16:48:26 WIB

JawaPos.com – Saat menjadi anggota Komite Wasit PSSI, Purwanto supersibuk. Terutama saat liga bergulir. Tepatnya 10 Juni lalu, dia memutuskan mundur. Kini hari-harinya dihabiskan di Kediri.

Laki-laki itu ikut sibuk menaikkan genteng. Ketika genteng di tangan kirinya berpindah ke tangan rekannya, dengan segera tangan kanannya mengambil genteng yang lain. Begitu terus. Hingga akhirnya, semua genteng terpasang rapi di bagian atap RA AS-Salaam. Sekolah setara taman kanak-kanak (TK) tersebut berada di Dusun Kemirahan, Damarwulan, Kepung, Kabupaten Kediri.

Dan laki-laki yang ikut sibuk menaikkan genteng itu Purwanto. Pria yang selama ini dikenal publik sebagai wasit sepak bola. ’’Mumpung libur sekolah, kami ganti atapnya,’’ katanya.

Pergantian bukan hanya genteng, melainkan juga rangka atap. Yang semula kayu diganti dengan galvalum.

Purwanto merupakan orang yang bertanggung jawab atas renovasi sekolah tersebut. ’’Sebab, saya ketua takmir masjid di sini,’’ ujarnya.

RA AS-Salaam memang berada di kompleks Masjid H. Abu Bakar. Dan tujuh tahun lalu Purwanto mendapat amanah sebagai ketua takmir masjid tersebut.

Sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap renovasi sekolah itu, Purwanto ingin terlibat aktif. Tidak sekadar memberikan perintah. Tetapi, dia juga turut berpeluh bersama para tukang yang merenovasi sekolah tersebut. Purwanto ingin memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik dan tepat waktu. Dia pun tidak merasa terbebani. ’’Saya justru menikmatinya,’’ ucapnya.

Hari-hari Purwanto kini memang dicurahkan untuk mengurus masjid. Apalagi, saat ini dia sudah tidak punya lagi kegiatan yang mengharuskan bepergian keluar kota.

Meski gantung peluit pada 2008, Purwanto tetap kerap bepergian keluar Kediri. Sebab, begitu pensiun dari wasit, Purwanto mendapat tugas di Komisi Disiplin PSSI. Sepekan sekali Komisi Disiplin PSSI menggelar sidang di Jakarta. Selepas dari komisi disiplin, Purwanto ditunjuk sebagai anggota Komite Wasit PSSI. Karena statusnya itu, dia beberapa kali bertugas keluar kota.

Pada 10 Juni 2019, Purwanto memutuskan mundur dari Komite Wasit PSSI. ’’Sebenarnya, tanpa mundur dari PSSI, saya juga tetap ngurusi masjid. Hanya, sekarang jauh lebih tenang,’’ ungkapnya. Purwanto menyatakan saat ini bisa lebih fokus mengurus dan menjalankan program-program yang direncanakannya bersama takmir yang lain.

Meski telah memutuskan menepi dari sepak bola, Purwanto sejatinya tidak benar-benar menjauh. Laki-laki asli Kediri itu masih bergumul dengan sepak bola. Statusnya sebagai pegawai di dinas lingkungan hidup, kebersihan, dan pertamanan Kota Kediri tetap membuatnya bersentuhan dengan sepak bola. Di instansinya tersebut, Purwanto dipasrahi mengurus Stadion Brawijaya, Kediri.

Tugas itu diemban sejak 2002. ’’Meski tidak mundur dari PSSI, saya sebenarnya juga tetap nyemprot rumput stadion,’’ ujarnya, kemudian tertawa. Hanya, seperti mengurus masjid, dengan mundur dari PSSI, Purwanto bisa semakin fokus merawat rumput Stadion Brawijaya. Apalagi, stadion tersebut bakal lebih sering dipakai seiring dengan tampilnya Persik Kediri di kompetisi Liga 2. ’’Hari-hari saya kini lebih banyak saya habiskan di sini (Stadion Brawijaya, Red) dan masjid,’’ paparnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads