alexametrics
Liga 2 2019

Persik Ulang Prestasi 16 Tahun Silam, Juara Beruntun di Dua Level Liga

26 November 2019, 07:36:34 WIB

JawaPos.com – Persik Kediri menyempurnakan tiket promosinya ke Liga 1 musim 2020. Macan Putih –julukan Persik– naik kelas ke kasta teratas kompetisi sepak bola tanah air tersebut dengan status juara Liga 2 musim 2019. Persik menahbiskan diri sebagai yang terbaik di kompetisi kasta kedua tersebut setelah menundukkan Persita Tangerang 3-2 dalam partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, tadi malam (25/11).

Lagi-lagi, Wimba Sutan Fanosa tampil sebagai pahlawan kemenangan Persik. Sebelumnya, di laga semifinal, penyerang 32 tahun itu menjadi penentu keberhasilan tim asal Kota Tahu tersebut memenangi pertarungan melawan Persiraja Banda Aceh melalui drama adu penalti. Wimba yang menjadi penendang terakhir sukses menjalankan tugasnya dan Persik berhasil mengunci tiket ke final sekaligus Liga 1 dengan skor 5-4.
Nah, tadi malam Wimba kembali menjadi penentu kemenangan. Saat pertandingan seperti bakal berakhir imbang 2-2, mantan striker Deltras Sidoarjo itu dipeluk keberuntungan ketika laga memasuki injury time. Bola sapuan pemain belakang Persita Zikri Akbar pada menit ke-91 mengenai paha kanan Wimba dan akhirnya meluncur mulus ke gawang Persita yang kosong.

Gol Wimba itu pun membuat Persik dan para pendukungnya –bukan hanya yang datang di stadion, tetapi juga yang nonton bareng di Kediri– berpesta. Persik juara setelah mengandaskan Persita 3-2. Sebelum gol Wimba, Persik sempat unggul dua kali lewat tendangan bebas Risna Prahalabenta (11’) dan Sandrian (14’). Gol itu sempat disamakan Persita melalui sundulan M. Roby (24’) dan Sirvi Arvani (37’).

’’Ini hari bahagia bagi saya, Persik, dan Persikmania karena kami bisa memenangi partai final melawan Persita yang merupakan tim kuat,’’ kata pelatih Persik Budiarjo Thalib.

Persik menyadari kemenangan itu tidak didapatkan dengan mudah. Sebab, mereka tidak terlalu diperhitungkan sejak awal bergulirnya kompetisi hingga sampai di final. Apalagi, musim ini merupakan musim pertama bagi Persik dengan status tim promosi dari Liga 3.

Namun, sejak memulai kompetisi, Persik bertekad membalikkan semua prediksi. Semangat itu pula yang mereka tunjukkan di laga final. Kemenangan atas Persita sebelumnya di babak delapan besar membuat mereka termotivasi untuk kembali menang. Hasilnya, gelar juara pun mereka rengkuh. Persik berharap semangat mereka tetap terpelihara saat berada di Liga 1 musim depan.

’’Perjalanan juara Liga 3 dan Liga 2 beruntun menjadi modal berharga untuk mengarungi Liga 1. Kami punya contoh yang bagus. Yakni, PSS. Sebagai tim promosi, mereka mampu bersaing,’’ ujar Budiarjo.

Gelar juara Liga 2 musim ini memang terasa istimewa bagi Persik. Sebab, mereka mampu juara beruntun. Setelah musim lalu memenangi Liga 3, musim ini Persik menjadi juara Liga 2. Capaian itu seakan mengingatkan prestasi fenomenal mereka 16–17 tahun silam. Tepatnya saat Persik juara Divisi 1 musim 2002 dan langsung juara Divisi Utama pada musim berikutnya.

Kebahagiaan di Stadion Kapten I Wayan Dipta kemarin bukan hanya milik Persik. Persiraja Banda Aceh merasakan hal serupa. Tim asal Tanah Rencong itu berhak promosi ke Liga 1 menyusul Persik dan Persita. Tiket promosi digenggam Persiraja setelah mampu mengungguli Sriwijaya FC 1-0. Gol tunggal Persiraja dicetak Assanur Rijal pada menit ke-55.

’’Saya bahagia sekali karena sebelumnya kami tidak memasang target ke Liga 1. Target itu muncul saat memasuki putaran kedua,’’ ungkap pelatih Persiraja Hendri Susilo.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Fim


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads