alexametrics
Liga 1 2019

Rendi Irwan: Pak Presiden Memang Berhak Bicara Seperti Itu

26 Oktober 2019, 12:24:37 WIB

JawaPos.com – Lima laga dilalui Persebaya Surabaya tanpa kemenangan. Presiden Persebaya Azrul Ananda sampai memberikan warning. Pemain yang hatinya tidak untuk Persebaya siap-siap terdepak. Warning tersebut tidak membuat pemain down. Mereka malah terpacu untuk memberikan yang terbaik.

Wakil kapten Persebaya Rendi Irwan menilai, warning yang diberikan itu sangat wajar. ’’Karena kami memang dalam masa-sama sulit. Kami harus hormati pernyataan presiden,” kata pemain 32 tahun itu kepada Jawa Pos.

Persebaya Surabaya

Dia berharap warning tersebut bisa jadi cambuk untuk bangkit. ’’Kami ingin bertemu Pak Presiden. Karena kami butuh orang untuk mengembalikan mental bertanding,” ucap mantan pemain Persik Kediri itu. Setelah ini, skuad Green Force –julukan Persebaya– menghadapi PSS Sleman (29/10). ’’Mudah-mudahan ini jadi momen yang pas buat kami untuk bangkit,” tambahnya.

Bek M. Syaifuddin senada dengan Rendi. Dia menghormati keputusan yang dikeluarkan presiden klub. Pemain 26 tahun tersebut hanya berharap rekan-rekannya bisa segera bangkit. ’’Pak Presiden memang berhak bicara seperti itu. Kami sebagai pemain profesional harus tegas dan bekerja maksimal di lapangan,” kata bek jebolan tim internal Al-Rayyan itu.

Kebetulan, Rendi maupun Syaifuddin sempat mengalami cedera. Itu didapat saat bentrok kontra Persela Lamongan (23/10). Rendi mengalami masalah di otot paha kanan. Sementara itu, Syaifuddin mengalami gangguan di dada. Dia mengalami benturan dengan striker Persela Alex dos Santos. Beruntung, kondisi dua pemain tersebut sudah membaik. Rendi dan Syaifuddin sudah melahap seluruh sesi latihan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin sore. ’’Sekarang sudah membaik, sudah siap main,” kata Rendi.

Sayang, Persebaya dipastikan masih tanpa skuad terbaik. Rachmat ’’Rian’’ Irianto dan M. Supriadi dipastikan absen lantaran membela timnas. Soal Rian, manajemen Persebaya sejatinya ingin memanfaatkan tenaganya. Sekretaris Persebaya Ram Surahman sudah meminta izin kepada pelatih timnas U-19 Indra Sjafri. ’’Tapi tidak mendapat izin,” ujar Ram.

Hal itu membuat Ram geram. Sebab, menurut dia, kondisi tersebut merugikan klub. Dia bahkan mengusulkan kepada PSSI agar pemain timnas dikontrak untuk satu musim. Daripada mempersulit klub menggunakan jasa pemain. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. ’’Jadi klub tahu, kalau itu pemain timnas, pasti tidak akan kami ambil,” terang Ram.

Sejatinya Hansamu Yama juga mendapat panggilan timnas U-23. Dia diproyeksikan masuk skuad SEA Games 2019. Hansamu bahkan sudah bergabung dengan timnas U-23. Beruntung, dia dipastikan masih bisa tampil kontra PSS Sleman (29/10). ’’Karena dia di timnas hanya sampai Minggu (27/10),” ujar Ram.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads