alexametrics
Liga 1 2019

Manuchekhr Dzhalilov: Persebaya Membuat Karirku Buntu

26 September 2019, 16:00:50 WIB

JawaPos.com – Manuchekhr Dzhalilov terdepak dari skuad Persebaya Surabaya saat bursa transfer ditutup. Akibatnya, dia tak bisa pindah ke klub lain alias menganggur. Hal itu mengancam posisinya di timnas Tajikistan. Berikut kutipan wawancara Dzhalilov dengan wartawan Jawa Pos Bagus Putra Pamungkas.

Keluar saat bursa transfer ditutup. Bagaimana kejadian sebenarnya?
Saya mulai berlatih seperti biasa pada 16 September. Itu adalah hari ketika bursa transfer berakhir. Malamnya saya mendapat panggilan dari manajemen. Besoknya (17/9) saya pergi ke kantor. Ternyata mereka (manajemen) memberi tahu bahwa saya dicoret dari skuad.

Persebaya Surabaya

Apa yang mereka katakan?
Saya bicara dengan manajer selama 90 menit. Dia menjelaskan situasi mengapa saya dicoret. Kemudian, manajer meminta maaf kepada saya. Tapi, bursa transfer sudah ditutup. Apa yang bisa saya lakukan?

Apakah ada rasa kecewa?
Saya pemain timnas. Saya punya reputasi. Kalau saya pemain biasa yang sering duduk di bangku cadangan, itu beda lagi. Mereka (manajemen) juga melakukan pencoretan dengan kurang santun. Saya cukup tersinggung. Padahal, selama delapan bulan di Persebaya, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Tapi, memperkuat timnas adalah alasan manajemen mendepakmu. Ada tanggapan?
Saya tahu. Manajer menjelaskan alasan itu juga. Mereka menilai saya akan sering absen karena panggilan timnas. Kalau disuruh memilih, timnas Tajikistan adalah yang utama. Sebab, pasti ada kebanggaan saat membela negara. Apalagi, memperkuat timnas Tajikistan adalah mimpi saya sejak kecil.

Apakah berstatus tanpa klub membuat kans membela timnas tertutup?
Saya tidak tahu. Kalaupun tidak dipanggil, pelatih timnas Tajikistan pasti tahu bahwa saya tidak berada dalam kondisi terbaik karena tak punya klub untuk berlatih. Yang jelas, Persebaya membuat karirku buntu. Mental saya kacau. Saya bahkan tidak bisa tidur nyenyak selama empat hari setelah pencoretan.

Apakah keluarga tidak berupaya menenangkan?
Masalahnya, keluarga saya juga terkejut dengan keputusan manajemen. Semua orang sangat kesal, jadi sulit untuk menjelaskan betapa buruknya situasi itu bagi keluarga kami.

Ada unek-unek yang ingin disampaikan ke manajemen?
Sulit melupakan bagaimana Candra Wahyudi (manajer Persebaya) memperlakukan saya. Biasanya, klub lain di dunia akan memberikan peringatan kepada pemain dua atau tiga pekan sebelum dicoret. Tapi, ini tidak. Bagaimana dia bisa melakukan itu? Ini benar-benar menghina saya.

Apa rencanamu setelah ini?
Saya sekarang sudah berada di Tajikistan. Saya akan berkumpul dengan keluarga, teman dekat, dan melakukan aktivitas untuk menghilangkan stres. Selain itu, saya berencana berlatih dengan mantan tim saya, Istiklol FC, sampai bursa transfer berikutnya dibuka.

Apakah ada kans untuk kembali bermain di Indonesia?
Saya tidak tahu. Hanya Allah yang tahu semuanya.

Apa pengalaman yang tidak bisa dilupakan selama berseragam Persebaya?
Alhamdulillah, kami punya rekan setim yang hebat. Tapi, yang saya yakini, Bonek adalah fans terbaik di Indonesia. Saat saya berada di Stadion Gelora Bung Tomo, kemudian Bonek menyanyikan Song for Pride, saya selalu menangis dengan rasa bangga. Sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads