alexametrics
Liga 3 Jatim

Klub-Klub Jatim Berambisi Pertahankan Tradisi Juara Liga 3

26 Juli 2019, 15:00:15 WIB

JawaPos.com – Dua tahun beruntun tim Jawa Timur sukses menyabet trofi Liga 3 Nasional. Pada edisi 2017, Blitar United finis sebagai juara. Kemudian, tahun lalu giliran Persik Kediri yang menjadi jawara.

Sebagai langkah awal, hari ini dimulai kickoff Liga 3 zona Jatim musim 2019 yang mempertemukan PSM Madiun kontra Persibo Bojonegoro di Stadion Wilis, Madiun. Pemilihan Madiun sebagai tuan rumah pembukaan Liga 3 merupakan penghormatan bagi comeback salah satu pendiri PSSI, PSM Madiun, bergabung dengan kompetisi resmi.

Sebanyak 40 tim akan mengikuti Liga 3 Jatim. Peserta dibagi 8 grup. Juara dan runnerup grup lolos ke babak 16 besar. Fase tersebut dibagi empat grup dengan sistem home tournament.

Sebelas tim yang terdiri atas juara grup dan tiga klub runner-up terbaik melaju ke putaran regional Jawa. ’’Sementara kuota dari pusat masih sebelas tim. Bisa berubah setelah jumlah total peserta se-Indonesia diketahui,’’ ucap Sekretaris Umum Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin. ’’Tentu kami berharap, juara Liga 3 Nasional ada di antara 40 klub Liga 3 Jatim dan lima yang sudah mengikuti babak pendahuluan,’’ imbuhnya.

Lima tim Jatim otomatis masuk ke babak pra putaran nasional yang berisi 16 tim untuk memperebutkan enam tiket ke babak 32 besar putaran nasional. Tim-tim tersebut adalah dua tim yang terdegradasi dari Liga 2 musim 2018, yaitu Semeru FC Lumajang dan Persegres Gresik United, serta tiga tim yang lolos babak 16 besar putaran nasional Liga 3 musim 2018. Yaitu, PSBK Blitar, Persinga Ngawi, dan Perssu Sumenep.

Nama-nama besar seperti Deltras Sidoarjo memiliki peluang untuk bisa lolos ke fase nasional. Bahkan, Delta Mania –suporter Deltras– menuntut tim berjuluk The Lobster itu naik kasta ke Liga 2.

Hanya, persiapan Deltras untuk mengarungi Liga 3 kali ini kurang maksimal. Pembentukan tim dan penunjukan pelatih sangat mepet. Namun, pelatih Deltras Gatot Mulbajadi optimistis tim asuhannya bisa memberikan pretasi terbaik kepada masyarakat Sidoarjo.

Saat ini Deltras mematangkan tim dengan melakukan beberapa uji tanding. Bahkan, 20 Juli lalu Deltras sempat menjamu timnas U-19 meski hasil akhir mereka harus tunduk 0-1.

’’Memang tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi, kami punya keyakinan. Kami tidak mau menjadikan tuntutan dari suporter sebagai beban. Kami paham, dulu Deltras pernah berada di kasta tertinggi. Yang jelas, kami akan berusaha semaksimal mungkin,’’ ungkap Gatot.

Selain Deltras, ada Persibo Bojonegoro yang getol untuk bisa naik kasta. ’’Liga 2 menjadi harga mati bagi kami,’’ ucap CEO Persibo Abdulloh Umar. Bahkan, juara Piala Indonesia edisi 2011–2012 itu sudah memulai mempersiapkan tim Februari lalu.

Kemudian, ada Persekabpas Pasuruan yang juga difavoritkan lolos hingga ke Liga 2. Sayang, mereka justru ditinggalkan pelatih menjelang kickoff dimulai. Sunardi mengundurkan diri lantaran merasa tak bisa memberikan pretasi yang baik bagi Persekabpas. Manajemen Laskar Sakera –julukan Persekabpas– pun bergerak cepat untuk menggaet karteker anyar, yakni Akhmad Fakhrudin.

’’Kami percaya Fakhrudin bisa memperbaiki performa Persekabpas. Tentu kami sangat berharap agar dia bisa membawa Persekabpas ke kasta yang lebih tinggi,’’ tutur Manajer Persekabpas Suryono Pane.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : nia/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads