alexametrics

PSM Ajukan Perubahan Jadwal Kontra Persipura Biar Bisa Berhemat

26 Mei 2019, 15:13:41 WIB

JawaPos.com – PSM Makassar harus melakoni jadwal padat setelah lolos ke semifinal zona ASEAN AFC Cup 2019. Bahkan, mereka kabarnya tengah mengajukan surat ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengubah venue kontra Persipura Jayapura pada 16 Juni mendatang.

Awalnya PSM akan melakukan laga tandang terlebih dahulu ke kandang Persipura. Namun karena mereka harus kembali away untuk melakoni leg pertama babak semifinal zona ASEAN AFC Cup 2019 kontra Becamex Binh Duong di Vietnam, PSM mengajukan menjadi tuan rumah terlebih dahulu kontra Persipura.

”Jadi biar tidak bolak-balik. Kondisi ini juga menambah kas yang tidak sedikit. Bayangkan saja kami ke Papua ke Jakarta lalu ke Vietnam. Perjalanan yang sangat melelahkan. Jelas ini butuh waktu recovery yang tidak sedikit,” kata CEO PSM, Munafri Arifuddin.

Memang, akan sangat memberatkan PSM apabila mereka harus lanjut perjalanan ke Vietnam dari Persipura. Setidaknya mereka harus transit tiga kali yakni di Makassar, Jakarta, serta Kuala Lumpur. Berbeda apabila mereka berangkat ke Vietnam dari Makassar mereka cukup transit di Jakarta dan Kuala Lumpur saja.

Dari segi finansial, tentu akan sangat hemat apabila keinginan PSM direstui oleh PT LIB. Harga tiket ke Vietnam apabila dari Makassar, paling murah dipatok sekitar Rp 2,8 Juta. Apabila jumlah pemain dan official yang berangkat maka PSM Hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 70 juta. Lain halnya apabila berangkat dari Jayapura. Per kepala tiket dipatok sekitar Rp 5,2 juta. PSM membutuhkan dana Rp 130 juta. Artinya PSM bisa berhemat sekitar Rp 60 Juta apabila laga kontra Persipura berganti venue di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

Sementara itu Manajer Media dan Hubungan Publik PT LIB, Hanif Marjuni mengakui PT LIB sudah menerima surat permohonan yang diajukan dari PSM. Namun PT LIB masih belum memberikan keputusan.

”Kami akan koordinasikan dengan kedua tim dahulu. Kami juga pertimbangkan beberapa faktor lain seperti keamanan dan hak siar. Setelah itu ada jawaban konkret. Jadi belum bisa diputuskan dalam waktu cepat karena mempertimbangkan beberapa faktor itu,” ujar Hanif.

Editor : Edy Pramana

Reporter : nia



Close Ads