alexametrics

Diizinkan Polri, Langkah Krishna Murti Terganjal Statuta PSSI

26 Februari 2019, 09:17:47 WIB

JawaPos.com – Mabes Polri tak keberatan jika Brigjen Pol Krishna Murti berniat untuk menjadi Ketua Umum PSSI. Lagi pula, tidak ada aturan yang melarang seorang polisi aktif jadi ketua organisasi atau lembaga. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, beberapa polisi juga pernah menjadi ketua di sebuah organisasi. Seperti Komjen Syafruddin yang kala itu menjabat sebagai Wakapolri juga menjabat ketua kontingen atau Chief de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2018. 

Namun kata Dedi, yang bersangkutan harus mengajukan izin terlebih dahulu kepada pimpinan di institusi tempatnya bernaung. “Silakan saja sepanjang dia tidak mengganggu tugas pokoknya, yang penting dia ada izin pimpinannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (26/2).

Izin tersebut bisa diajukan ketika Krishna sudah ditetapkan sebagai calon ketua umum PSSI. “Setelah dia nanti ikut assessment pencalonan dan pansel (panitia seleksi) ya,” tutur Dedi.

Namun memang, langkah Krishna akan terkendala syarat yang ditetapkan Statuta PSSI. Pasal 34 ayat 4 dengan jelas menyebutkan bahwa calon Ketum PSSI sekurang-kurangnya harus aktif lima tahun dalam sepak bola. 

Lalu, usianya harus lebih dari 30 tahun, tidak pernah dinyatakan bersalah atas suatu tindak pidana, serta berdomisili di wilayah Indonesia. “Di sana ada statutanya. Kalau lima tahun nggak aktif di PSSI, nggak bisa,” pungkas Dedi.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini

Copy Editor :

Diizinkan Polri, Langkah Krishna Murti Terganjal Statuta PSSI