alexametrics
Insiden Pemukulan Wasit di Liga 3

Pelatih Perseta: Banyak Tim Mengeluhkan PSG, Masih Ada Mafia di Liga 3

25 Desember 2019, 11:49:57 WIB

JawaPos.com – Aksi brutal bek Perseta Tulungagung M. Fathurrohman memang mendapat sorotan publik. Sikap tidak sportifnya dengan melalukan pemukulan terhadap wasit Rohani yang memimpin timnya melawan Putra Sunan Giri (PSG) pada 23 Desember kemarin banyak mendapat cemooh hingga adanya permintaan sang pemain untuk dihukum seumur hidup.

Sayangnya, permintaan publik atas aksi brutal Fathurrohman itu tidak berbanding terbalik dengan kesigapan Komisi Disipilin PSSI. sejauh ini, Komdis PSSI masih belum melakukan tindakan apapun terkait kasus yang mencoreng sepak bola Indonesia itu. bahkan niat untuk melakukan rapat dan membicarakan hukuman yang diberikan belum diputuskan.

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin menuturkan masih belum ada laporan mengenai hal tersebut. pihaknya juga belum diminta oleh PSSI untuk mendiskusikan hukuman apa yang pantas diberikan atas aksi brutal itu. ’’Belum ada rekomendasi,’’ ucapnya singkat.

Memang, laporan mengenai kronologis pemukulan belum sampai di meja komdis. Artinya, pengawas pertandingan baru mengumpulkan laporan laga saat ini. laporan itulah yang nantinya diserahkan kepada PSSI kemudian jadi bahan rapat Komdis untuk menjatuhkan hukuman.

Hukuman apa yang layak diberikan kepada Fathurrohman? Asep tetap tidak mau menjawab. Dia enggan berkomentar dan memilih menunggu laporan secara lengkap terlebih dulu.

Sikap Asep juga dilakukan oleh Asprov PSSI Jawa Timur. Sekertaris Asprov PSSI Jawa Timur Amir Burhanuddin mengatakan tidak mau berkomentar banyak. Bahkan tidak mau terlihat karena apa yang terjadi di Stadion Joko Samudro pada 23 Desember kemarin bukanlah kewenangannya. ’’Karena semua kewenangan ada di PSSI pusat. Nggak ada kewenangan dari Asprov sama sekali kok,’’ katanya. Karena itu, pihaknya hanya menunggu putusan dari Komdis.

Di sisi lain, pihak Perseta merada dirugikan. Mereka menilai kepemimpinan wasit memang berat sebelah. ’’Harusnya kami mendapat dua penalti, tapi tidak diberikan,’’ kata pelatih Perseta Ungki Prasetyo. Jika pihaknya mendapat sanksi, Ungki juga ingin agar wasit mendapat hukuman serupa. ’’Karena bukan hanya tim kami saja yang dirugikan ketika melawan PSG. Banyak tim yang mengeluhkan PSG. Masih ada mafia di Liga 3,’’ tegasnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Rid

Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads