alexametrics
SEA Games 2019

Meski tanpa Pemain Senior, Thailand U-23 Tetap Ancaman Terbesar

25 November 2019, 17:00:38 WIB

JawaPos.com – Filipina punya kenangan manis buat tim nasional (timnas) Indonesia. Di negara inilah, timnas pernah meraih medali emas SEA Games. Momen itu terjadi pada 1991 silam. Dan ironisnya, setelah SEA Games 1991, tak pernah ada lagi kalungan medali emas buat timnas.

Nah, tahun ini, skuad Garuda Muda bertekad menapak tilasi sukses yang pernah diraih senior mereka 28 tahun silam. Demi emas cabor paling favorit itu, PSSI memilih memberangkatkan tim lebih awal dari jadwal resmi. Langkah tersebut membuat para pemain menjalani adaptasi lebih cepat ketimbang tim pesaing lainnya.

Kemarin, Garuda Muda sudah menjalani latihan ringan di sebuah taman kawasan pusat budaya di Manila. Intensitas latihan pasukan Indra Sjafri memang sedikit diturunkan sebelum menghadapi Thailand besok (26/11). Dan, pagi ini Evan Dimas dkk dijadwalkan menjajal Stadion Rizal Memorial. Itu sekaligus menjadi latihan pemungkas sebelum mereka menjalani laga pembuka kontra Thailand. Bek kiri Timnas Indonesia, Firza Andika menyebutkan saat ini timnya sudah mendapatkan suasana terbaik di Manila. “Kalau soal adaptasi sudah cukup lancar,” katanya kepada Jawa Pos setelah latihan kemarin.

Garuda Muda memang tergabung di grup yang lumayan berat. Selain Thailand yang kerap menjadi batu sandungan, mereka juga harus bertemu Vietnam. Namun, kans cukup terbuka lantaran Thailand begitu percaya diri dengan tidak membawa serta pemain senior. Berbeda dengan Indonesia yang menyertakan Evan Dimas dan Zulfiandi untuk memenuhi regulasi pemain senior.

Meski tanpa pemain senior, Thailand tetap jadi ancaman. Sebab, tim asuhan Akira Nishino itu masih menyertakan pemain muda yang berlevel senior. Misalnya, duet kakak-adik Supachok Sarachat dan Suphanat Muenta. Meski masih muda, keduanya merupakan pemain timnas senior Thailand. Jangan lupa. Masih ada Supachai Jaided dan Ekanit Panya di skuad Thailand. Mereka juga berstatus senior dan tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Kekuatan Vietnam pun tak bisa diremehkan. Apalagi, di skuad Vietnam ada dua pemain senior. Mereka ialah Do Hung Dung (26 tahun) dan Nguyen Trong Hoang (30 tahun). Sejumlah pemain mudanya juga sudah matang di level senior. Salah satunya Nguyen Tien Linh. Bomber 22 tahun itu mencetak satu gol ke gawang Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Gianyar pada 15 Oktober lalu.

Tapi, materi gemerlap kedua kompetitor tak membuat timnas silau. “Dukungan semua pihak akan menjadi tenaga buat kami,” tandas Indra.

Demi menjaga mood para pemain, Indra dan staf timnas lainnya sangat memperhatikan hal-hal kecil. Salah satunya terkait makanan. Waketum PSSI Cucu Soemantri mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan katering di Manila. Jika para pemain kurang sreg dengan makanan yang disajikan pihak hotel, bisa langsung dialihkan ke layanan katering.
“Kami berupaya maksimal agar pemain bisa nyaman,” ujar Cucu

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Rid


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads