alexametrics
Liga 1 2019

Performa Persebaya Payah, Freddy Muli: Ini Soal Mentalitas

25 Oktober 2019, 07:00:27 WIB

JawaPos.com – Posisi Persebaya Surabaya sejatinya masih aman. Tim berjuluk Green Force itu nangkring di peringkat kesembilan. Tapi, dengan fakta Persebaya melewati lima laga tanpa kemenangan, para pendukungnya khawatir. Status bakal menjadi tuan rumah dalam dua pertandingan ke depan pun tidak membuat Bonek tenang.

Bukan hanya performa Persebaya dalam tiga laga terakhir yang menjadi penyebab. Penampilan Ruben Sanadi dkk di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, musim ini juga memantik kekhawatiran. Dari sebelas kali bermain di GBT musim ini, Persebaya hanya mampu menang tiga kali. Delapan pertandingan kandang lainnya berakhir seri.

Persebaya Surabaya

Ditambah, dua lawan di laga kandang berikutnya adalah PSS Sleman dan PSM Makassar. PSS merupakan tim yang begitu impresif saat bermain tandang. Sementara itu, PSM dihuni pemain-pemain berkualitas. ’’Pemain Persebaya seharusnya tidak boleh berpikir kalah di Surabaya. Yang ditanamkan saat bermain kandang itu bukan menang atau kalah. Tapi, harus menang berapa (skornya),’’ pesan legenda Persebaya Mustaqim.

Pesan senada disampaikan mantan pelatih Persebaya Freddy Muli. ’’Pemain harus percaya diri saat main di Surabaya. Pelatih dan manajemen harus menanamkan rasa percaya diri itu. Apalagi dalam situasi seperti ini,’’ katanya.

Mustaqim maupun Freddy menyebut materi pemain Persebaya sebenarnya sangat mumpuni untuk bersaing di Liga 1. Penambahan pemain di putaran kedua juga sangat tepat. David Da Silva dan Diogo Campos disebut sebagai pembelian yang bisa meningkatkan performa tim. Nyatanya, performa tim tetap payah.

’’Ini soal mentalitas. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan kurang pemain membuat performa turun. Semua pemain di skuad itu punya kualitas,’’ ujar Freddy. Mustaqim menambahkan, dari sisi teknis, Persebaya memang perlu mengasah finishing kembali. Meski memiliki pemain tambahan yang tepat, rasanya pemain Persebaya kurang gereget di depan gawang lawan. Terlebih saat bermain di GBT. ’’Dan itu memang kembali ke mental pemain,’’ tegasnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads