alexametrics
Liga 1 2019

Persela Terancam tanpa sang Top Scorer Alex saat lawan Bhayangkara

25 September 2019, 14:37:30 WIB

JawaPos.com – Madura United masih menjadi mimpi buruk Persela Lamongan. Setelah dipermalukan 1-5 di Stadion Surajaya pada laga perdana Liga 1 musim 2019, pada putaran kedua tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu tak berdaya menghadapi Laskar Sape Karrep –julukan Madura United.

Datang dengan ambisi melakukan revans, tadi Persela justru dijinakkan tuan rumah dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bangkalan. Adalah striker gaek, Beto Gonvalves yang menjadi aktor utama tumbangnya Persela. Melalui tandukannya, Beto membawa Madura United unggul pada menit ke-30. Tak hanya menyumbang gol, Beto juga menjadi kreator gol kedua Madura United yang diciptakan Alexandar Rakic (79’).

Persela Lamongan

Sementara itu, gol semata wayang Persela disumbangkan oleh Rafinha menjelang laga usai. ”Hasil pertandingan hari ini tidak bagus. Kami target poin di sini, satu atau tiga. Kami berusaha fokus, tetapi ada kelengahan yang berakhir gol,” ucap Nil Maizar, pelatih Persela.

Berakhir tanpa poin, membuat Persela gagal memperbaiki posisi di klasemen sementara. Laskar Joko Tingkir harus tertahan di posisi ke-15. Tak cuma kalah, Persela juga waswas. Sebab, striker utamanya sekaligus top scorer sementara Liga 1 musim 2019 dengan 16 gol, Alex dos Santos Goncalves, terancam tak bisa turun saat mereka menjamu Bhayangkara FC pada 28 September mendatang. ”Alex ada masalah di lehernya. Akan kami cek lagi bisa turun saat lawan Bhayangkara FC atau tidak,” jelas mantan pelatih PS Tira tersebut.

Sementara itu, kemenangan tadi malam sangat berharga bagi Madura United. Tambahan tiga angka menumbuhkan kembali asa untuk bersaing di jalur juara meski saat ini selisih poin dengan pemuncak klasemen terpaut 11 angka.

Meski menang, Rasiman, pelatih Madura United, mengaku masih ada hal yang harus dibenahi. Terlebih, pada lima laga terakhir, gawang Madura United selalu jebol. ”Tidak fair kalau saya membela pemain saya. Memang dari pertandingan sebelumnya, pemain kami silih berganti melakukan kesalahan,” tutur Rasiman. ”Tetapi, saya tidak bisa salahkan satu pemain. Karena satu kesalahan itu sama dengan kesalahan tim. Kami tidak mau terjadi seperti ini lagi. Ini menjadi pelajaran untuk lebih baik,” imbuh pelatih asal Banjarnegara tersebut.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : nia/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads