alexametrics
Liga 1 2019

Kontrak Riedl dengan Persebaya Batal, tapi Izin Pikal Belum Turun

25 September 2019, 17:00:20 WIB

JawaPos.com – Sudah tiga laga Wolfgang Pikal tidak bisa menemani skuad Persebaya Surabaya di bench. Dia selalu memantau anak asuhnya dari kursi VVIP. Termasuk dalam laga kontra Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam. Untuk urusan pergantian pemain pun, Pikal tak bisa memberikan perintah secara langsung.

Selama Pikal absen, asisten pelatih lainnya, Bejo Sugiantoro, yang memimpin pasukan di lapangan. Kondisi tersebut tentu tidak ideal bagi Persebaya. Pikal diharapkan sudah bisa menemani skuad di bench saat away kontra Barito Putera (28/9). Sinyal itu disampaikan langsung oleh Bejo.

Persebaya Surabaya

’’Malam ini (kemarin) mungkin sumbangsih terakhir saya di presscon. Karena lawan Barito Putera bukan saya yang memimpin tim,’’ ucap Bejo setelah laga. Itu bisa terjadi bila izin kerja Pikal sudah turun. Selama ini Pikal harus menepi lantaran terkendala izin kerja yang masih tertahan di Kementerian Ketenagakerjaan.

Karena itu, Bejo enggan dimintai komentar soal persiapan laga kontra Barito Putera. ’’Saya tidak berwenang lagi. Bisa langsung ditanyakan ke coach (Wolfgang) Pikal saja,’’ tambah asisten pelatih 42 tahun tersebut. Bila benar begitu, laga kontra Barito Putera akan menjadi debut Pikal bersama Green Force.

Sayang, Persebaya punya kendala besar. Jadwal laga sangat mepet. Mereka sudah harus bertanding kontra Barito Putera pada Sabtu (28/9). Praktis, hanya ada waktu recovery selama tiga hari bagi Ruben Sanadi dan kawan-kawan.

Meski menghadapi jadwal mepet, skuad Persebaya tetap siap. Kehadiran Djadjang Nurdjaman di kursi pelatih Barito Putera juga tak membuat pemain takut. Kapten Ruben Sanadi justru akan memanfaatkan hal itu. Karena pernah merasakan sentuhan Djanur, sapaan Djadjang, Ruben sedikit banyak tahu gaya permainan mantan pelatih Persebaya tersebut. ’’Kami juga pasti dapat bocoran dari coach (Bejo). Kami punya pemain baru dan semakin optimistis,’’ terang pemain 32 tahun tersebut.

Ketika izin Pikal belum dipastikan turun, Persebaya memutuskan membatalkan kontrak Alfred Riedl. Penyebabnya, pelatih asal Austria itu mendadak harus menjalani operasi bypass jantung, membuatnya tidak bisa bergabung. ”Saya harus mengabarkan tentang keadaan kesehatan sekarang. Saya telah memeriksakan diri di rumah sakit di Vienna, sekaligus membahas aktivitas saya ke depan. Ternyata, dalam dua pekan saya harus menjalani lagi operasi bypass,” kata Rield melalui keterangan resmi klub Persebaya. ”Ini kabar buruk buat saya, juga buat Persebaya. Tapi, kesehatan harus saya utamakan,” lanjutnya.

Tanpa Riedl, kombinasi pelatih Persebaya nantinya adalah Pikal dan Bejo Sugiantoro. Pikal sudah memilih lisensi yang dibutuhkan untuk melatih Liga 1, sedangkan Bejo belum. Dengan begitu, bisa dibilang bahwa Pikal akan menjadi pelatih kepala.

”Kombinasi ini sudah menunjukkan performa luar biasa dalam beberapa pertandingan transisi kemarin. Kemampuan teknis serta sikap disiplin Pikal menjadi seimbang dengan gaya permainan menarik yang ditonjolkan Bejo. Semoga tren kami bisa terus naik di sisa musim ini,” ujar Candra Wahyudi, manajer Persebaya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads