alexametrics
Liga 1 2019

Persebaya Bisa Pulangkan Satu Pemain Timnas Saat Lawan Bhayangkara FC

25 Agustus 2019, 14:25:35 WIB

JawaPos.com – Tiket laga melawan Persija Jakarta kemarin sore sold-out. Seharusnya, Persebaya Surabaya bisa membalas dukungan total itu lewat penampilan yang all-out. Sayang, Green Force –julukan Persebaya– gagal meraih hasil maksimal. Mereka harus rela berbagi poin dengan Persija.

Macan Kemayoran –julukan Persija– bahkan nyaris membawa pulang tiga poin kemenangan pada laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, itu. Persebaya kebobolan lebih dulu lewat gol Marko Simic pada menit ke-68.

Persebaya Surabaya

Gol tersebut membuat skuad Persebaya tersengat. Mereka terus menekan pertahanan Persija. Hingga akhirnya, mereka mampu menyamakan kedudukan melalui penalti Misbakus Solikin pada menit ke-80.

Hasil itu membuat Persebaya belum ternoda di laga kandang. Dari sembilan laga home, mereka meraih tiga kemenangan dan enam hasil imbang. Namun, tetap saja hasil imbang kontra Persija kemarin terasa menyesakkan. ’’Kami sudah berjuang walaupun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi suporter,’’ kata Bejo Sugiantoro, karteker pelatih Persebaya.

Bejo memang menyesalkan hasil imbang tersebut. Tapi, dia punya alasan anak asuhnya tidak meraih kemenangan. Absennya lima pemain dirasa cukup memberatkan timnya. Mereka adalah Rachmat Irianto, Irfan Jaya, Otavio Dutra, Hansamu Yama, dan Osvaldo Haay.

Dampak absennya lima pemain tersebut, Bejo harus merombak komposisi pemainnya. Manuchekhr Dzhalilov yang biasanya diplot sebagai winger dijajal sebagai striker. Bejo juga memasang Elisa Basna sebagai starter untuk kali pertama di Liga 1. Sayang, perubahan itu tak cukup bagi Persebaya untuk meraih kemenangan. ’’Makanya, saya respek. Pemain sudah mampu mengimbangi Persija yang secara tim bermain lebih komplet,’’ tambah pelatih 42 tahun itu.

Praktis, selain Basna dan debut buat Supriadi, mayoritas pemain yang diturunkan kemarin adalah amunisi yang tampil melawan Badak Lampung (20/8). ’’Itu (skuad melawan Badak Lampung) sebagai acuan saya (menentukan starter),’’ ungkapnya.

Kapten Persebaya Ruben Sanadi menilai, rekan-rekannya sudah menjalankan instruksi pelatih dengan baik. ’’Hanya, hasilnya tidak sesuai yang kami inginkan,’’ terang Ruben. Tapi, sama dengan Bejo, dia menganggap ada progres positif dalam permainan skuad Green Force. ’’Ini jadi modal kami untuk menatap laga berikutnya. Kalau kompak, kami pasti bisa,’’ tambah pemain 32 tahun itu.

Setelah ini, Persebaya akan melawan Bhayangkara FC (31/8). Namun, di laga itu pun, Persebaya masih pincang. Hansamu, Dutra, dan Irfan akan melakoni training center di Bogor. Dzhalilov mungkin langsung terbang ke Tajikistan setelah laga kontra Persija. Ruben seharusnya sudah bergabung dengan timnas. Namun, PSSI memberikan izin kepada Persebaya untuk meminjam satu pemain yang membela timnas dalam laga melawan Bhayangkara FC.

Jadi, Ruben mungkin tetap bisa tampil dalam laga kontra Bhayangkara FC. ’’Tapi, siapa pun yang dipilih, entah saya atau yang lain, pasti akan turun dengan kemampuan maksimal,’’ kata Ruben.

Di kubu Persija, pelatih Julio Banuelos merasa jengkel. Bukan soal hasil, melainkan soal kepemimpinan wasit Aprisman Aranda. Menurut dia, Persija seharusnya mendapatkan dua penalti. Salah satunya saat Marko Simic dilanggar M. Syaifuddin pada menit ke-35. Tapi, wasit Aprisman Aranda tidak menunjuk titik putih.

Karena itu, pelatih asal Spanyol tersebut mempertanyakan keputusan wasit asal Sumatera Barat itu. ’’Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan wasit. Kami tim juara, tapi malah sering dikerjai wasit,’’ ucap Banuelos.

Hal itu pula yang membuatnya muntap di bench. Banuelos memprotes keputusan wasit sampai mendapatkan kartu kuning. ’’Karena hal seperti ini sudah sering terjadi. Sehingga wajar saya melakukan protes,’’ tambahnya.

Meski begitu, hasil imbang tetap diterima dengan lapang dada oleh Banuelos. Menurut dia, tidak mudah mencuri poin di Surabaya. Apalagi, musim lalu Macan Kemayoran dipermalukan tiga gol tanpa balas di GBT. Belum lagi, Persija juga tampil di bawah tekanan 50 ribu Bonek yang hadir. ’’Memang kami cari kemenangan. Tapi, menang adalah hal sulit bagi tim tamu di Surabaya,’’ ucap pengganti Ivan Kolev itu.

Hasil tersebut sekaligus membuat Persija meneruskan tren seri kala berlaga di Jawa Timur. Dari tiga kali away ke Jatim, Persija selalu meraih hasil imbang. Selain kontra Persebaya, mereka imbang saat bersua Persela Lamongan (22/6) dan Madura United (16/8). ’’Meski begitu, permainan makin bagus. Modal untuk kembalikan Persija ke papan atas,’’ terang Banuelos.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads