alexametrics
Liga 1 2020

Virtual Meeting 10 Klub, Desak Kepastian dari PSSI dan PT LIB

25 Maret 2020, 16:00:19 WIB

JawaPos.com – Ketidakpastian kelanjutan Liga 1 musim 2020 akibat wabah korona (Covid-19) membuat klub-klub peserta ketir-ketir. Sebab, dalam ketidakjelasan kompetisi, klub tidak punya pendapatan. Sebaliknya, pengeluaran terus berjalan untuk membayar kontrak pemain dan ofisial.

Karena itu, pada 22 Maret lalu, 10 klub Liga 1 bergerak. Yakni, Madura United, Persib Bandung, Arema FC, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Persija Jakarta, Persita Tangerang, Persiraja Banda Aceh, PSM Makassar, dan Barito Putera. Mereka melakukan virtual meeting untuk menyikapi situasi yang ada. Lantas, lahir empat poin dari hasil virtual meeting tersebut.

Namun, empat poin dari hasil virtual meeting itu bukan kesepakatan bersama. Artinya, empat poin yang sudah dihasilkan bukan kesimpulan yang lantas disepakati peserta Liga 1 lainnya. Seperti yang dikatakan Sekretaris Persiraja Rahmat Djailani kepada Jawa Pos kemarin (24/3).

Rahmat menyebut, empat poin itu adalah hasil diskusi. Di antara 10 klub, juga ada yang tidak sepakat dengan beberapa poin. ’’Jadi, tidak bisa disimpulkan ya. Itu hanya hasil pembicaraan saja, bukan kesimpulan menyeluruh sekali lagi. Virtual meeting itu dilakukan juga untuk menyikapi tentang kompetisi yang harus berhenti karena korona,’’ terangnya.

Rahmat juga menjelaskan mengapa hanya 10 klub yang ikut virtual meeting. Awalnya, semua klub setuju untuk berdiskusi bersama melalui virtual meeting. ’’Karena hanya dari obrolan grup WA saja tidak bisa,’’ ucap Rahmat. Lantas, ditetapkan pukul 12.00 Minggu lalu dilakukan virtual meeting.

Tapi, entah dari mana, ada satu klub yang mengusulkan ’’test drive’’ beberapa jam sebelumnya. Lantas, sembilan klub lain, termasuk Persiraja, setuju. ’’Alasannya agar nanti saat virtual meeting sebenarnya bisa nyaman. Eh, ternyata yang awalnya hanya uji coba keterusan diskusi,’’ paparnya.

Lantas, apakah empat poin tersebut akan dibawa ke LIB atau PSSI? Rahmat tidak bisa menjawab. Yang jelas, dia menegaskan bahwa empat poin yang dihasilkan bukan kesepakatan bersama. Perlu ada diskusi lagi yang nantinya menghasilkan kesimpulan dari 18 klub Liga 1. ’’Dari kami sendiri sudah menyurati LIB dan PSSI mengenai hal ini. Fokus kami Liga 1 harus tetap berjalan sesudah wabah ini berakhir, tidak boleh berhenti,’’ tegasnya.

Menurut Rahmat, sulit jika Liga 1 berhenti di tengah jalan. Pihaknya akan sulit mengembalikan uang sponsor serta tiket terusan semusim yang sudah terjual. ’’Dari tiket terusan saja kami sudah dapat Rp 2 miliar,’’ ucapnya.

Untuk gaji pemain, Persiraja menegaskan akan tetap membayar asalkan PSSI ataupun LIB punya komitmen Liga 1 2020 tetap ada. Asalkan tidak melebihi waktu kontrak yang sudah ditetapkan. ’’Kami sudah berbicara dengan pemain dan ofisial mengenai situasi yang ada. Mereka paham dan akhirnya sepakat dengan keputusan kami,’’ katanya.

Nah, kepastian soal Liga 1 juga diharapkan Persebaya. Melalui manajernya, Candra Wahyudi, Persebaya menyatakan akan rugi dari sisi finansial klub jika tidak ada kepastian soal Liga 1. ’’Karena ini nanti hubungannya kan dengan masalah kontrak pemain, pelatih, dan lainnya,’’ ungkapnya.

Candra mengatakan, saat pengeluaran terus membengkak, pemasukan kian menipis. Selain dari sponsor, klub mendapat pemasukan dari penjualan tiket pertandingan.

KOMPAK TUNGGU KEJELASAN KOMPETISI

Sepuluh klub Liga 1 melakukan virtual meeting. Mereka membahas soal ketidakjelasan kompetisi. Dari situ, dihasilkan empat kesepakatan. Berikut perinciannya.

Merujuk Surat BNPB No 13/2020, kemungkinan kompetisi bisa kickoff pada pekan pertama bulan Juni. Dengan begitu, klub yang sudah menandatangani kontrak bisnis dengan para pihak harus memastikan bahwa status gaji pemain, pelatih, dan ofisial tim dapat dibayar maksimal 25 persen sejak Maret sampai kickoff.

Apabila pemerintah menyatakan lockdown total/ bencana nasional, secara otomatis semua kontrak bisnis dengan para pihak batal demi hukum. Dengan begitu, klub dibebaskan dari kewajiban yang tertera dalam kontrak, termasuk dengan pemain, pelatih, dan ofisial tim serta sponsor.

Subsidi kepada klub seperti yang sudah ditetapkan sebelumnya tetap dibayarkan untuk bagian bulan Maret 2020.

PSSI melalui komite legal melakukan langkah-langkah konkret dengan menginisiatori keputusan yang dapat melindungi para pihak dari tuntutan atau gugatan para pihak yang dapat merugikan, khususnya klub.

10 KLUB YANG MELAKUKAN VIRTUAL MEETING

Persebaya Surabaya

Madura United

Persib Bandung

Persija Jakarta

Arema FC

Barito Putera

PSM Makassar

Persiraja

Persita Tangerang

PSIS Semarang

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads