alexametrics

Perkuliahan di Amerika Libur, Dhanielle Daphne Tak Bisa Berlatih

Pesepak Bola Indonesia di Luar Negeri
25 Maret 2020, 17:00:13 WIB

JawaPos.com – Dhanielle Daphne tidak menyangka keputusannya September tahun lalu untuk meneruskan studi di Oregon State University membawanya pada situasi sekarang ini. Dia harus tinggal sendiri di tengah pandemi Covid-19 yang juga menyerang Amerika Serikat.

Menatap layar komputer menjadi aktivitas yang rutin dilakukan DD, sapaan Dhanielle Daphne, saat ini hingga beberapa waktu ke depan. Kampusnya, Oregon State University, meniadakan aktivitas belajar-mengajar. Aktivitas seperti itu sebenarnya tidak bermasalah bagi dia. Yang justru membuatnya sangat terpukul adalah tidak bisa lagi berlatih sepak bola bersama tim kampus. Biasanya dia berlatih tiga kali seminggu.

Padahal, DD sangat mencintai sepak bola. Dia juga ingin terus mengasah kemampuan bermainnya agar bisa terus dipanggil timnas putri. Terakhir, dia masuk skuad timnas putri U-19.

Di tim kampus, perempuan berusia 19 tahun itu menjadi andalan di lini tengah. Bahkan menjadi pemain kunci di kompetisi antar-universitas dalam lingkup State Oregon. ’’Hari ini (kemarin) baru dapat pengumuman dari gubernur Oregon bahwa ada stay at home policy untuk mengurangi persebaran Covid-19. Pastinya bosan karena sport center dan tempat-tempat lain tutup,’’ paparnya.

Ada satu yang disyukurinya. Di Oregon tidak terjadi panic buying. Tidak seperti daerah lain di Amerika Serikat. Dia juga tinggal di asrama sehingga seluruh kebutuhan sehari-hari terpenuhi. ’’Ada dinning hall dan itu buka terus sepanjang tahun,’’ ungkapnya.

Di luar berbagai ketakutan di Amerika Serikat saat ini, yang ada di pikiran DD adalah kondisi keluarganya di Indonesia. Hampir setiap hari DD sedih ketika membaca kondisi Indonesia, terutama Jakarta, tempat keluarganya tinggal. Virus korona kian mewabah di ibu kota. ’’Saya baca overcrowded dan perekonomian kacau,’’ ucap perempuan kelahiran 20 April 2000 tersebut.

Ingin rasanya DD membeli tiket dan terbang untuk berkumpul bersama keluarga. Tapi, niat tersebut diurungkan. Banyak risiko yang harus diambil ketika memutuskan untuk pulang. Di antaranya, risiko terpapar virus korona di perjalanan. Dia takut malah menyebarkan virus tersebut justru ketika pulang berkumpul bersama keluarga. ’’Keluarga juga meminta saya tinggal di asrama sambil melihat perkembangan lebih lanjut,’’ terangnya.

Tak lupa, perempuan yang selalu masuk timnas putri sejak usia 12 tahun itu mendoakan agar virus korona cepat berlalu. Agar Indonesia, terutama Jakarta, bisa melewati situasi sulit yang dihadapi saat ini. ’’Saya berharap masyarakat menuruti aturan pemerintah. Tinggal di rumah dulu demi kebaikan bersama,’’ harapnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid



Close Ads