alexametrics

PSSI Bakal Selidiki Kemungkinan Kasus Suap di Klub dan Daerah Lain

24 November 2021, 18:31:09 WIB

JawaPos.com – Setelah menerima laporan dari Asprov PSSI Jatim, Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimum) Polda Jatim berencana memanggil sejumlah orang untuk diperiksa terkait dugaan percobaan penyuapan di Liga 3. Pemeriksaan itu mungkin berlangsung pekan depan.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menyatakan, ditreskrimum bakal menghelat dulu gelar perkara hari ini. Itu dilakukan untuk menentukan siapa saja yang perlu dipanggil.

’’Begitu juga jadwal pemeriksaannya. Nanti akan dirumuskan dalam gelar perkara pertama,” katanya kepada Jawa Pos, Selasa (23/11).

Gatot menuturkan, dugaan pidana yang akan diusut lebih dulu adalah percobaan penyuapan sesuai laporan yang diserahkan Komdis Asprov PSSI Jatim. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan berkembang ke dugaan pidana lain.

’’Satgas Antimafia Bola Polda Jatim akan bekerja maksimal agar perkaranya terang,” ujarnya.

Meski sudah ditangani polisi, masih tersisa sejumlah pertanyaan mengganjal terkait laporan Komdis Asprov PSSI Jatim. Sebab, laporan yang hanya menyebut Dimas Yopie Perwira Nusa dkk itu ’’berbelok’’ dari putusan komdis sendiri.

Saat mengumumkan putusan pada Jumat (19/11) malam, Komdis PSSI Jatim sudah menjatuhkan sanksi 10 tahun larangan bermain untuk Yopie, pengurus klub Liga 3 Akor FC. Dia dikategorikan football family. Komdis yang diketuai Samiadji Makin Rahmat juga menegaskan kala itu yang dilaporkan ke polisi hanya mereka yang tidak masuk kategori football family: Bambang Suryo alias BS, M. Anshori, Billy, dan David.

Lalu, kenapa hanya dalam hitungan hari, materi laporannya bisa berbeda dengan putusan komdis sendiri? Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan Ketua Komdis PSSI Erwin L. Tobing di Jakarta, Selasa (23/11).

Editor : Edy Pramana

Reporter : (edi/rid/raf/c17/ttg)



Close Ads