alexametrics
Liga 1 2019

Mursyid Effendi: Persebaya Butuh Leader Pengatur Ritme Permainan

24 Juli 2019, 19:00:03 WIB

JawaPos.com – Setelah berpesta ke gawang Persib Bandung, Persebaya Surabaya melewati empat laga tanpa kemenangan. Dua kali imbang dan dua kali tumbang. Penampilan melempem Persebaya itu pun mendapat sorotan tajam dari Bonek. Pendukung setia kesebelasan berjuluk Green Force tersebut menegaskan tak seharusnya Persebaya tampil loyo.

Lebih-lebih saat bermain di rumah sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Hasil seri bagi Bonek rasanya seperti kekalahan. Dan ”kekalahan” itu dua kali dirasakan Bonek dalam dua pertandingan kandang terakhir. Yakni ketika Persebaya ditahan imbang Barito Putera 2-2 (9/7) dan Tira Persikabo 1-1 (21/7).

Persebaya Surabaya


Lantas apa yang salah dengan Persebaya hingga gagal menang dalam empat laga beruntun? Mantan Kapten Persebaya Mursyid Effendi menyebut sejatinya pemain-pemain Persebaya mumpuni untuk bersaing di Liga 1. Pemain-pemain mudanya juga sangat berkualitas.

”Secara teknis, yang kurang dari Persebaya itu leadership. Persebaya tidak memiliki pemain senior yang bisa mengatur ritme permainan,” kata Mursyid. Permainan tim asal Kota Pahlawan itu pun menjadi monoton. Sebab, di lapangan pemain-pemain Persebaya tidak bisa mengatur kapan saatnya mempercepat permainan dan kapan waktunya memperlambatnya.

”Ini Liga 1, kalau tidak pinter-pinter mengatur ritme permainan, ya Persebaya akan didikte lawan. Sehebat-sehebatnya pemain muda, tim mana pun tetap butuh pemain senior,” ujar pemain yang dua kali mengantarkan Persebaya menjuarai Liga Indonesia tersebut. Dengan pengalamannya, pemain senior bisa mengontrol pertandingan. Nah, hal itulah yang disebut Mursyid tidak terlihat di Persebaya saat ini.

Persebaya memang memiliki Ruben Sanadi dan Otavio Dutra yang berusia senior. Tapi, Mursyid melihat jiwa keduanya masih kurang Nyuroboyo. Keduanya juga tidak mampu mengatur ritme permainan. Di sisi lain, sosok Djajang Nurjaman di kursi pelatih dipandang belum mampu mengubah situasi yang ada saat ini. ”Kalau saat ini memang posisinya agak sulit. Tapi, saat putaran kedua harus ada perubahan komposisi. Harus ada leader di lapangan,” paparnya.

Pandangan senada datang dari pengamat sepak bola Surabaya Slamet Oerip Prihadi. ”Keberadaan pemain senior itu penting. Untuk memimpin di lapangan dan luar lapangan. Dan Persebaya tidak memilikinya saat ini,” kritiknya.

Djanur –sapaan Djajang Nurjaman– pun sependapat dengan kritikan tersebut. Pelatih asal Majalengka itu tidak memungkiri kalau timnya saat ini tidak ada sosok pemimpin di tengah lapangan. ”Komposisi pemain kami dari kiper, belakang, dan terutama di lini tengah memang dominan diisi pemain-pemain muda. Seharusnya memang ada pemain senior di setiap lini untuk mengatur ritme itu,” akunya.

Djanur mencontohkan lini tengah. Pemain-pemain seperti M. Hidayat, Misbakus Solikin, Fandi Eko Utomo, Irfan Jaya, Oktafianus Fernando, semuanya masih berusia muda. Satu-satu yang terbilang senior hanya Rendi Irwan. Tapi, Rendi sendiri sudah jarang dimainkan. ”Yang bisa kami lakukan saat ini adalah memaksimalkan yang ada. Saya berharap di putaran kedua bisa mendatangkan pemain senior untuk mendampingi komposisi yang ada ini,” ungkapnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads