alexametrics
Liga 2 2019

Tunggakan Gaji Pemain PSPS Riau Akhirnya Cair Juga

24 Juni 2019, 15:35:49 WIB

JawaPos.com – Senyum langsung mengembang di bibir pemain Persiraja Banda Aceh Andika Kurniawan. Dia tidak bisa menutupi rasa bahagia ketika mendengar kabar sisa gajinya yang tersendat di PSPS Riau musim lalu sudah dibayarkan. Meskipun, sisa gaji tersebut masuk ke rekeningnya Senin (24/6).

Andika merupakan salah seorang di antara 12 pemain yang tunggakan gajinya dibayarkan PSPS. Gaji 3 bulan ketika membela Askar Bertuah musim lalu itu memang sempat tidak jelas nasibnya selama setahun. Pria berusia 24 tahun itu bahkan sudah melaporkan masalah tunggakan gajinya itu pada Juli tahun lalu.

’’Ya, senang. Saya sudah tunggu setahun. Akhirnya dibayarkan juga,’’ bebernya.

Dia bersyukur gajinya dikabarkan cair hari ini. ’’Butuh tidak butuh, tapi itu hak saya,’’ lanjutnya.

Ya, PSPS memang menepati janjinya untuk membayar tunggakan gaji 12 pemainnya musim lalu. Ke-12 pemain tersebut melapor ke APPI. Sekali lagi, hanya yang melapor ke APPI.

General Manager APPI Ponaryo Astaman mengungkapkan, pihaknya sudah menerima cek dari Manajer PSPS Ari Nugroho pada Sabtu (22/6). Namun, dananya belum dicairkan karena bank baru buka Senin hari ini. ’’Kami menerima cek Rp 500 juta. Total utang Rp 498.500.000. Nanti, kalau ada kelebihan, kami kembalikan ke PSPS,’’ bebernya.

Uang itu akan langsung ditransfer kepada 12 pemain yang sudah melapor. Dengan adanya cek tersebut, PSPS dianggap sudah tidak punya tunggakan lagi. Mereka sudah tidak ada permasalahan dan bisa ikut kompetisi Liga 2. ’’Jadi sudah tidak ada masalah lagi. PSMS juga sudah lunas semuanya,’’ katanya.

Namun, ternyata pembayaran tunggakan gaji pemain PSPS itu tidak untuk semua. Ada beberapa pemain, termasuk pelatih Hendri Susilo, yang belum menerima sisa gajinya. Mereka tidak ikut 12 pemain eks PSPS melapor ke APPI. Apalagi, APPI hanya mengurusi pemain.

Sekjen APPI M. Hardika Aji mengatakan, memang ada beberapa pemain PSPS yang tunggakan gajinya belum dilunasi. Terutama yang tidak ikut 12 pemain melapor ke APPI. Tetapi, ditegaskan, APPI sudah lama memantau dan mengamati hal tersebut. ’’Proses ini kan tidak tiba-tiba. Ada pemain yang dari awal kami tanya mau ikut berjuang atau tidak, tapi masih ragu-ragu dan ingin berjuang sendiri,’’ jelasnya.

Bahkan, ketika APPI bakal membawa kasus itu ke pengadilan negeri, beberapa pemain tidak mau ikut. Mereka memilih jalur sendiri, atau melakukan gugatan secara pribadi. ’’Intinya, kami butuh laporan kalau menangani kasus. Meski sudah jemput bola, jika yang bersangkutan tidak mau dikuasakan ke APPI, ya kami tidak bisa proses,’’ terangnya.

Untuk pelatih, Aji menerangkan, memang bukan koridor APPI untuk memperjuangkannya. Bukannya lepas tangan, tapi pihaknya sudah mengarahkan Hendri untuk melapor kepada pihak-pihak terkait. ’’Sejak Oktober tahun lalu kami arahkan dan bantu untuk menghubungi pihak-pihak itu,’’ tuturnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads