alexametrics

Jack Brown Tambah Porsi Latihan, Khawatirkan Keluarga di Indonesia

Pesepak Bola Indonesia di Luar Negeri
24 Maret 2020, 16:30:44 WIB

JawaPos.com – Tak mudah bagi Jack Brown menghadapi kian mewabahnya virus korona (Covid-19). Selain harus menjaga diri agar tidak tertular virus yang meluas di Lincoln, Inggris, dia harap-harap cemas akan kondisi keluarga di Indonesia.

Aktivitas sehari-harinya memang tidak banyak berubah walau wabah korona kian deras menyerbu Inggris. Bersama beberapa anak seusianya, Jack Brown menambah porsi latihan sendiri di Asrama Lincoln City FC U-18. Seluruh kompetisi sepak bola yang dihentikan di Inggris membuatnya jarang bertanding ataupun berlatih outdoor saat ini.

Bosan? Pasti. Apalagi, performa Jack sedang bagus-bagusnya bersama klub. Terakhir, dia berhasil mencetak brace ketika timnya menaklukkan Schunthorpe United beberapa pekan lalu dalam ajang EFL Youth Alliance U-18. Dia juga bertekad menunjukkan performa apiknya setelah dicoret dalam seleksi timnas Indonesia U-19 awal tahun ini.

Untung, pemain berusia 18 tahun itu tidak sendirian. Banyak anak seusianya yang merasakan hal serupa di asrama. ’’Bosan itu pasti, tapi kami di sini mencoba melupakan hal itu dengan latihan keras. Ke gym atau joging,’’ katanya kepada Jawa Pos via WhatsApp.

Tapi, di luar rasa bosan, ada kekhawatiran yang amat melanda dirinya. Khawatir akan kondisi keluarga besarnya di Indonesia. ’’Orang tua saya tinggal di BSD. Nenek di Serang (Banten). Tante, paman, dan sepupu ada di Jakarta dan Bandung,’’ paparnya.

Kekhawatirannya disebabkan berita soal virus korona yang kian tidak terkendali di Nusantara. Jack sangat khawatir mengenai kondisi keluarganya. Ingin rasanya dia terbang pulang ke Indonesia. Tapi, apa daya banyak faktor yang menghalangi niatnya.

Selain masih harus bersama tim, pria yang mendapat darah Inggris dari sang ayah, Lance Brown, tersebut takut selama perjalanan akan terinfeksi korona. Lantas, ketika tiba di Indonesia, dia menularkan itu ke keluarga. Jack pun lebih memilih diam di Inggris dan menaati semua prosedur daripada harus mengambil risiko besar untuk pulang ke Indonesia.

Nah, agar kekhawatirannya bisa sedikit turun, hampir setiap hari Jack berkomunikasi dengan keluarga. Terutama sang ibu, Indah Brown. Hampir setiap hari laki-laki yang pernah berpartisipasi dalam Manchester United Soccer School di Dubai pada 2006 tersebut menanyakan kondisi keluarga. Tak lupa juga kondisi di Indonesia soal korona.

Jack pun tahu korban virus korona setiap hari terus bertambah di Indonesia. Dia berharap hal tersebut bisa berhenti. ’’Patuhi pemerintah, diam diri di rumah. Ini demi kebaikan bersama,’’ harapnya.

Dia juga sudah mendengar bahwa kompetisi di Indonesia dihentikan. Plus, agenda timnas terbengkalai gara-gara mewabahnya virus korona. ’’Saya selalu berdoa agar pandemi korona cepat berakhir. Saya sedih dan cemas karena memakan banyak korban,’’ ungkapnya.

Untung, Jack punya sosok ibu yang tegar. Ibunya selalu menguatkannya. Selalu berkata bahwa keluarganya di Indonesia baik-baik saja. Juga tak lupa tetap meminta dia fokus dalam berlatih di Lincoln City FC U-18.

Jack pun mengajak seluruh masyarakat dunia untuk sama-sama berdoa. Agar virus korona cepat berakhir. Bagi anak muda seperti dirinya, terbatasnya ruang gerak cukup menyiksa. ’’Saya ingin kembali bertanding seperti biasa. Sepak bola ramai lagi. Mari sama-sama berdiam diri di rumah saat ini untuk sementara. Sekali lagi, ini demi kebaikan semuanya. Semoga cepat berlalu,’’ harapnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Rid



Close Ads