alexametrics
Liga 1 2020

Bingung dengan Kelanjutan Kompetisi, Persebaya Minta Kepastian PSSI

24 Maret 2020, 12:18:01 WIB

JawaPos.com – Skuad Persebaya Surabaya diberi jatah libur sepekan. Mereka baru berlatih pada Senin (30/3). Tapi, jadwal libur Green Force –julukan Persebaya– bisa saja bertambah panjang. Sebab, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kelanjutan kompetisi Liga 1.

’’Sementara kami beri waktu libur satu pekan dulu sambil melihat perkembangan ke depan seperti apa,’’ kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi kepada Jawa Pos.

Persebaya Surabaya

Dia menjelaskan, penghentian kompetisi tersebut cukup membuat klub bingung. Sebab, pihaknya harus menyusun ulang jadwal yang sejatinya tinggal dilakukan. ’’Artinya, federasi (PSSI) dan operator kompetisi (LIB) belum punya gambaran kapan Liga akan jalan lagi,’’ ujar pria asli Bojonegoro tersebut.

Karena itu, Candra mendesak PSSI agar segera memberikan kepastian kepada klub. Hal itu dilakukan agar klub tidak bingung menyusun program. ’’PSSI harus segera memutuskan. Kalau memang kompetisi ditunda, itu sampai kapan? Kalau memang harus dihentikan karena situasinya seperti ini, ya harus segera diputuskan,’’ kata mantan wakil pemimpin redaksi Jawa Pos itu.

Kalaupun memang Liga 1 2020 dihentikan, Candra menyatakan tak bermasalah. Semua klub, kata Candra, pasti akan mengikuti keputusan PSSI. Bila sudah ada kepastian dari PSSI, klub bisa bersikap dan bertindak. Misalnya, terkait dengan kontrak pemain, pelatih, dan ofisial tim.

Persebaya memang habis-habisan pada bursa transfer musim ini. Dengan mengusung target juara, mereka mendatangkan beberapa pemain berkualitas. Termasuk pemain asal Mali Makan Konate. Pemain 28 tahun itu mendapat label megatransfer karena kontraknya ditaksir mencapai Rp 4 miliar.

Selain pemain, jajaran pelatih juga bertambah. Musim ini Persebaya mendatangkan Mustaqim sebagai asisten pelatih. Dia menemani Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi. Kemudian, mengontrak Benny van Breukelen sebagai pelatih kiper untuk menggantikan Miftahul Hadi. Selain itu, Green Force mendatangkan pelatih fisik anyar Gaselly Jun Panam.

Meski kompetisi belum jelas, pelatih Persebaya Aji Santoso memilih menurut saja dengan keputusan PSSI. Pelatih 49 tahun itu menganggap penghentian kompetisi wajar dilakukan. Apalagi, Surabaya termasuk zona merah alias darurat Covid-19. ’’Semua pemain dan pelatih juga takut menggelar latihan karena virus semakin meningkat setiap hari,’’ kata Aji.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads