alexametrics
Liga 2 2019

Bek PSIM Jogjakarta Hisyam Tolle Terancam Hukuman Berlapis

23 Oktober 2019, 07:00:22 WIB

JawaPos.com – Kelakuan bek PSIM Jogjakarta Hisyam Tolle jauh dari kata sportif. Sudah mendapatkan kartu merah karena memukul pemain Persis Solo Sulthon Fajar, setelah keluar lapangan dia malah kembali beraksi dengan menendang pemain yang sama di pinggir lapangan.

Gara-gara kelakukannya itu, para penonton tuan rumah terprovokasi untuk menyerbu pemain tim tamu Persis Solo. Tidak hanya itu, Tolle kembali bikin ulah dengan mengintimidasi jurnalis agar menghapus foto tindakan memalukannya menendang Sulthon.

Nah, karena tindakannya ketika Derby Mataram antara PSIM versus Persis di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta (21/10) tersebut, pemain 25 tahun itu terancam sanksi berat. Sebab, videonya sudah banyak beradar di media sosial, dan Komdis PSSI tinggal menunggu waktu sidang.

’’Kami masih menunggu laporan dari PT LIB,’’ kata Wakil Ketua Komdis Umar Husein kepada Jawa Pos.
Di sisi lain, PT LIB belum bisa memberikan masukan ke komdis. Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra punya alasan sendiri. Saat ini mereka tengah menyusun laporan terkait dengan kejadian tersebut. Asep menegaskan, laporan akan tuntas setidaknya dalam dua hari pascalaga.

Meski begitu, pihaknya tidak akan main-main saat memberikan masukan bagi komdis. ’’Sekarang pengawas pertandingan masih mengumpulkan bukti-bukti yang komprehensif terkait kejadian. Kalau sudah lengkap, secepatnya dikirim,’’ kata Asep. Dia pun sangat menyayangkan tendangan kungfu Hisyam Tolle.

Bukan hanya komdis yang akan memberikan sanksi. Manajemen PSIM juga kecewa dengan tingkah brutal Hisyam Tolle. Mereka bahkan siap memberikan hukuman kepada pemainnya itu. ’’Tidak ada pembenaran atas apa yang dilakukan Tolle. Pasti akan ada sanksi. Tapi, seperti apa, lihat saja nanti,’’ kata Manajer PSIM David Hutauruk saat dihubungi Jawa Pos.

Setelah laga, David sudah bertemu dengan Tolle. ’’Kami berbicara di mes. Dia menyesal melakukan itu (tendangan kungfu),’’ ujar David. Tapi, penyesalan saja tidak cukup. Sebab, manajemen tetap akan bertindak tegas kepada pemain yang indisipliner. Apalagi, sejauh ini, tidak pernah ada pemain indisipliner di dalam tim PSIM. ’’Makanya kami akan bicara lagi dengan dia (Tolle). Kami dengar dulu pembelaan dia seperti apa. Baru kami ambil keputusan,’’ terang David.

Hukuman lain menanti Tolle. Karena memaksa jurnalis menghapus foto, dia telah melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Di situ dijelaskan, kekerasan terhadap jurnalis adalah perbuatan melawan hukum. Maka, siapa pun yang melanggar akan terkena ancaman kurungan penjara 2 tahun atau denda Rp 500 juta. ’’Kamera saya sempat diambil. Saya bilang agar hapus foto di ruang ganti saja,’’ kata jurnalis Goal Indonesia Budi Cahyono. Rencananya, hari ini Budi membuat laporan kepada polisi. Tidak hanya melapor ke pihak berwajib, Budi juga sudah mendapat panggilan dari Komdis PSSI. Koordinatoriat PSSI Pers mendukung pelaporan ke pihak berwajib dan pemanggilan oleh komdis. ’’Kami mengecam keras tindakan yang dilakukan kepada dua rekan kami,’’ kata Ketua Koordinatoriat PSSI Pers Riki Ilham.

Selain Tolle, PSIM juga tengah menanti sanksi. Selain ada adu jotos, suporter merangsek ke Stadion Mandala Krida. Mereka kemudian membuat laga PSIM kontra Persis tidak kondusif. Soal sanksi yang menanti, David mengaku pasrah. ’’Karena memang ada kejadian yang melanggar regulasi. Kami tunggu saja keputusannya, setelah itu baru kami pikirkan tindakan selanjutnya (banding),’’ ujarnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/gil/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads