alexametrics
Liga 1 2019

Agen Dzhalilov: Kami Tidak Masalah Soal Uang, tapi Kasihan Manu

23 September 2019, 17:00:48 WIB

JawaPos.com – Manuchekhr Dzhalilov dikontrak selama satu musim oleh manajemen Persebaya Surabaya. Tapi, dia diputus kontrak oleh manajemen pada 17 September lalu atau saat bursa transfer putaran kedua Liga 1 2019 sudah ditutup.

Soal kompensasi, agen Dzhalilov, Ratna Mustika, tidak ambil pusing. Sebab, dia percaya semua akan diurus sesuai prosedur. ”Tapi, ini kan soal masa depan pemain. Kami tidak masalah kalau soal uang, tapi kan kasihan Manu (Dzhalilov),” ucap perempuan yang akrab disapa Tika itu.

Persebaya Surabaya

Jawa Pos coba menghubungi Dzhalilov. Tapi, kondisi Dzhalilov sedang kurang bagus. Tika tak menampik hal tersebut. Menurut dia, kondisi mental tulang punggung timnas Tajikistan itu sedang sangat buruk. ”Dia sedang down. Manu masih shock dan down karena pemutusan kontrak itu,” tambah agen pemain yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut.

Karena itu, untuk saat ini Dzhalilov belum bisa berbicara dengan media. Sebab, dia masih belum percaya dengan keputusan manajemen Persebaya mendepaknya jelang putaran kedua. Saat ini Dzhalilov masih berada di Surabaya.

Tika sadar beban yang dialami Dzhalilov sangat berat. Tapi, dia berharap pemainnya itu bisa segera bangkit. Artinya, Dzhalilov butuh penyemangat agar bisa cepat bangkit dari keterpurukan.

Karir Dzhalilov di Indonesia sendiri terbilang kurang beruntung. Musim lalu pemain 28 tahun itu memperkuat Sriwijaya FC Palembang. Di putaran pertama Liga 1, Laskar Wong Kito –julukan Sriwijaya FC– masih sangat stabil. Tapi, memasuki putaran kedua, kondisi finansial Sriwijaya memburuk. Mereka bahkan ditinggal eksodus para pemainnya.

Tapi, Dzhalilov memilih tinggal. Dia tetap bertahan bersama pemain lainnya seperti Alberto Goncalves. Sayang, keputusannya kurang tepat. Sebab, Sriwijaya kemudian menunggak gaji pemainnya. Termasuk Dzhalilov. Hal itu membuat permainan Sriwijaya menurun hingga akhirnya terdegradasi ke Liga 2 musim 2019.

Dzhalilov kemudian pindah ke Persebaya. Dia sempat menjadi pujaan Bonek, sebutan suporter Persebaya. Sebab, Dzhalilov (bersama Bruno Matos) menjadi top skor Piala Presiden 2019 dengan torehan 5 gol. Sayang, performanya di Liga 1 bersama Green Force mulai menurun. Total, Dzhalilov hanya mengemas sebiji gol dari 14 laga bersama Persebaya.

Karena itu, bisa saja Dzhalilov ke depan memilih berkarir di luar Indonesia. Tika menjelaskan, sejatinya Dzhalilov banyak peminat di bursa transfer lalu. Banyak tawaran dari klub Liga 1, termasuk tawaran dari luar negeri. ”Kalau tahu Manu dicoret, pasti saya terima salah satu tawarannya,” tegas Tika.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads