alexametrics
Kemelut Karanggayam

Kompetisi Internal Persebaya, Tapi Kok di Sidoarjo Lapangannya

23 Juli 2019, 17:30:20 WIB

JawaPos.com – Setelah terkatung-katung sekitar satu bulan, kompetisi internal Persebaya Surabaya akhirnya kembali bergulir. Dua tim yang bertarung kemarin (22/7) adalah Untag Rosita kontra Indonesia Muda. Namun, venue laga bukan di Surabaya, melainkan di lapangan Brigif 1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo.

Kondisi itu membuat kubu Untag Rosita maupun Indonesia Muda merasa aneh. Sebab, mereka harus bermain di luar Surabaya. ”Padahal, ini kan kompetisi internal Persebaya Surabaya. Sekali lagi, Surabaya. Tapi, malah main di wilayah Sidoarjo. Sangat disayangkan,” kata pelatih Untag Rosita Muharom Rusdiana.

Striker Indonesia Muda Ariel Sharon merasakan hal serupa. Dia merasa kompetisi internal Persebaya seharusnya digelar di Surabaya. ”Masak kompetisi internal Surabaya main di Sidoarjo?” kata Ariel. Menurut dia, hal itu cukup merugikan bagi timnya. ”Soalnya, anak-anak kan banyak yang rumahnya Surabaya. Jadi, kalau main di Sidoarjo, ya kejauhan,” keluhnya.

Direktur Amatir Persebaya Saleh Hanifah sejatinya tak menginginkan kompetisi internal diadakan di Sidoarjo. Masalahnya, hingga saat ini lapangan Karanggayam belum bisa digunakan. Sementara itu, kompetisi harus terus berjalan agar tak terlalu lama molor. ”Kalau nggak di sana (lapangan Brigif), terus mau main di mana lagi?” kata Saleh kepada Jawa Pos.

Meski begitu, Saleh tetap mengupayakan venue ada di Surabaya. Saat ini pihaknya sudah melakukan komunikasi agar bisa memakai lapangan AAL Bumimoro, Surabaya. ”Sudah negosiasi, tapi belum fixed. Kalau sudah pasti, kami akan bikin jadwal baru,” tambah Saleh.

Jika sudah deal di Bumimoro, maka laga di lapangan Brigif 1 Marinir, Sidoarjo, akan tetap jalan. Dengan begitu, dalam satu hari bisa ada empat laga yang digelar. Setiap venue menggelar dua laga. Hal itu dilakukan untuk mengejar jadwal kompetisi agar bisa selesai tepat waktu, yakni Desember nanti. ”Mudah-mudahan nggak ada laga tertunda lagi,” harap Saleh.

Meski sudah ada venue baru, Saleh tetap akan berusaha agar lapangan Karanggayam bisa kembali dipakai. Sebab, dia menilai Pemkot Surabaya tak berhak melarang kompetisi internal digelar di lapangan legendaris tersebut. ”Itu kan berdiri di tanah negara. Dan selama ini Persebaya yang mengelola lebih dari 20 tahun,” tegasnya.

Sementara itu, dalam laga kemarin, Untag Rosita mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2. Hasil itu membuat Untag kukuh di puncak klasemen dengan 15 poin. Dari lima laga, mereka mampu menyapu bersih dengan kemenangan. ”Kuncinya adalah motivasi anak-anak yang berlipat. Mereka mampu bermain bagus,” kata Muharom Rusdiana.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads