alexametrics
Piala Presiden 2022

Komentar Asisten Pelatih Persija Pasca Timnya Dibantai RANS 1-5

23 Juni 2022, 10:12:56 WIB

JawaPos.com-Keputusan Persija Jakarta menurunkan skuad muda tidak membuahkan hasil maksimal. Di laga kedua grup B, Persija digulung 1-5 oleh tim promosi RANS Nusantara FC di Stadion Segiri, Samarinda, tadi malam.

Hasil itu membuat Macan Kemayoran –julukan Persija– terdampar di dasar klasemen.

Dari dua laga, Persija selalu kalah. Mereka bahkan sudah kebobolan tujuh gol. Asisten pelatih Persija Ferdiansyah punya alasan timnya sampai babak belur. ’’Kami memulai laga dengan keraguan. Sehingga ada beberapa hal yang kami inginkan tidak bisa berjalan,’’ jelasnya.

Dia melihat pemain muda yang diturunkan memang masih memiliki kendala. ’’Teknik individu, fisik, dan kerja sama tim harus ditingkatkan,’’ tambahnya.

Dia pun tidak menyangka timnya sampai kalah telak. ’’Kami meminta maaf kepada suporter karena tidak bisa tampil sesuai harapan,’’ ucap Ferdiansyah.

Meski kalah dalam dua laga, Persija belum mau lempar handuk. Sebab, setelah ini, mereka tidak akan lagi menurunkan pemain muda.

’’Sesuai rencana, di laga ketiga dan keempat kami akan menurunkan pemain senior. Nanti ada beberapa pemain muda yang tetap stay di Samarinda,’’ ungkap Ferdiansyah.

Di sisi lain, menang dengan skor mencolok disyukuri pelatih RANS Rahmad Darmawan. Meski begitu, dia tetap melihat ada catatan yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah lini pertahanan. RANS gagal clean sheet karena kecolongan satu gol dari Ryohei Miyazaki (89’).

’’Lini belakang kami masih kurang sigap. Ini yang akan kami benahi ke depan,’’ ucap pelatih yang akrab disapa RD itu.

Dalam laga tersebut, RD melakukan beberapa perubahan. ’’Dan, pemain yang saya beri kepercayaan mampu menjawab dengan tampil bagus,’’ katanya. Bahkan, RD juga memberi kesempatan tampil kepada Makan Konate. Dia turun sejak menit ke-60.

’’Dia (Konate) memang sudah lama di Indonesia. Tapi tetap saja dia butuh adaptasi dengan rekan barunya. Sejauh ini penampilannya cukup bagus,’’ tambah RD.

Sementara itu, Milomir Seslija gusar dengan hasil imbang tanpa gol melawan Barito Putera. Semua bermula pada menit ke-56. Barito Putera harus bermain dengan 10 orang setelah Frank Sokoy mendapat kartu merah.

’’Tapi, apa yang kami lakukan selama unggul jumlah pemain? Tim kami bermain tanpa kreativitas. Tidak ada shooting, pemain bermain lambat. Harus ada perbaikan untuk serangan,’’ tegas pelatih Borneo FC itu.

Pantas saja Milo marah. Sebab, jika berhasil menang, Borneo FC akan berada di puncak klasemen dengan 6 poin. Tapi, dia tidak sepenuhnya menyalahkan anak asuhnya. ’’Karena kami menghadapi Barito Putera yang benar-benar bermain bagus. Fisik pemain mereka luar biasa sepanjang laga,’’ jelasnya.

Milo tidak mau panik. Dia merasa performa buruk itu masih bisa diperbaiki. Dengan dua laga sisa, tim berjuluk Pesut Etam tersebut punya kans untuk lolos.

’’Kami belum kalah. Kami masih memiliki dua laga sisa yang artinya poin maksimal adalah 10. Kami memiliki kesempatan (lolos ke perempat final) yang lebih besar daripada klub lainnya,’’ jelas mantan pelatih Arema FC itu.

Di sisi lain, hasil imbang disyukuri betul oleh Barito Putera. ’’Anak-anak bermain dengan sangat semangat. Secara taktikal juga sudah bagus,’’ kata pelatih Barito Putera Dejan Antonic.

Hanya, dia tidak habis pikir Frank Sokoy harus diganjar kartu merah. ’’Saya tidak mau komentar soal wasit. Yang jelas, pemain kami banyak dapat kartu karena memang fight ingin menang,’’ ujarnya.

Hasil tersebut membuat mereka belum terkalahkan. Barito Putera masih berada di puncak klasemen dengan lima poin dari tiga laga. Terakhir, mereka akan menghadapi Madura United (28/6).

Meski begitu, Dejan sama sekali tidak mau membebani anak asuhnya. ’’Saya minta pemain untuk enjoy. Nikmati pertandingan. Soal lolos atau tidak, kami lihat nanti,’’ pungkas Dejan.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gus/c17/ali

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads