alexametrics

Striker Asing Persija Silvio Escobar Bicara Perjalanan Karirnya

23 Maret 2019, 11:44:09 WIB

JawaPos.com – Ramah dan akrab. Itulah kesan pertama saat bersua striker asing Persija Jakarta, Silvio Escobar. Bahkan, dia kerap mengucapkan salam “Assalamualaikum”. Kata salam tersebut selalu dilontarkan pria bertato itu sambil melambaikan tangan dan melempar senyum. Kata itu yang selalu terucap terlebih dahulu setiap bertemu dengannya.

Karirnya sebagai pesepak bola seperti roller coaster yang naik turun. Mulai dari pernah mengalami cedera hingga penyembuhan 8 bulan ketika junior, hingga kini bermain di Persija. Dia menceritakan, mengenal permainan si kulit bundar ketika usianya menapaki 10 tahun, sebelum ayahandanya meninggal dunia.

“Kakak saya pemain sepak bola juga. Jadi mereka yang membuat saya jadi pemain sepak bola,” ungkapnya saat diwawancarai Jawa Pos.

Striker Asing Persija Silvio Escobar Bicara Perjalanan Karirnya
Silvio Escobar senang bisa bermain di Indonesia (Rizky Ahmad Fauzi/Jawa Pos)

Sang kakak itulah yang menjadi motivasi baginya karena berhasil lolos main di Liga Pro pada usia sekitar 17 tahun. Dari situlah, Escobar mulai fokus bermain sepak bola. “Waktu saya umur 18 tahun, saya datang ke kota juga. Saya coba seleksi. Alhamdulillah bisa lolos dan main profesional sampai sekarang,” ujarnya tersenyum.

Ya, di usia tersebut, dia bermain di tim divisi tiga negara asalnya, Paraguay. Pada saat itu, Escobar mengalami cedera. “Saya sudah pikir tidak bisa bermain lagi karena saya masih muda ketika itu. Saya pikir karir saya akan hancur. Akhirnya setelah 8 bulan pelatih fisik memanggil saya lagi dan bertanya apakah masih mau main bola lagi. Lalu saya bilang mau,” ucapnya.

Bermain selama tiga tahun, dia mengaku pernah sekali beruji coba melawan tim Liga 1 Paraguay. “Selesai uji coba saya ditawari kontrak di tim itu. Tim 2 De Mayo. Itu pada 2009,” papar pemain yang bisa bermain sebagai winger itu.

Bersama tim tersebut, kemampuannya semakin bertambah. Hingga akhirnya Escobar menjajaki karir di Indonesia pada akhir 2013. Saat itu, dia membela Persepam Madura United. Sebelum memutuskan untuk bermain dengan tim asal Jawa Timur itu, dia sempat galau. Sebab, padda satu sisi, dia juga mendapat tawaran kontrak dari klub Liga 2 Paraguay. Bahkan, sebelumnya dia sudah menandatangani kontrak di klub tersebut. “Hari ini kontrak, besoknya bos saya panggil menawarkan main di Indonesia,” ceritanya.

Di satu sisi, Escobar sangat ingin bermain di luar negeri. Hanya saja, dia mendapat kabar dari temannya kalau Liga Indonesia sedang tidak baik. Hal itu membuatnya sempat takut untuk datang ke tanah air. Namun, keluarganya mecoba meyakininya untuk mencoba datang ke Indonesia. “Keluarga bilang kamu datang dulu, kalau tidak baik kamu kembali. Tapi setelah masuk di Indonesia, beda cerita dari teman yang cerita ke saya. Alhamdulillah sampai sekarang masih di sini,” tutur pemain bertinggi 179 cm itu.

Escobar bermain bersama Persepam untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014. Di klub itu, karirnya cukup bagus dengan mencatatkan 19 penampilan dan mencetak 8 gol. “Saya ingat gol pertama saya melawan PSM Makassar,” akunya.

Pada musim berikutnya, Escobar pindah klub ke PSM, Bali United, dan terakhir Perseru Serui. Escobar mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh tim yang dibelanya, termasuk Perseru yang sudah membuka pintu buatnya untuk bekerja sama. Di klub asal Papua tersebut, dia berhasil dua musim berturut-turut membawa Perseru lolos dari jerat degradasi dan bertahan di Liga 1.

Kini, Escobar bermain bersama Persija. Dia mengaku sangat senang bisa bermain di tim ibu kota. Sebab, Persija dikatakannya sebagai tim besar di Indonesia. “Pindah dari tim kecil ke tim besar. Pasti ada perbedaan karena kami tahu semua Persija dan suporternya bagaimana. Kami harus tanggung semua tapi ada proses di tim, Alhamdulillah sudah ada perkembangan lebih baik,” ucap pemain yang memiliki bisnis kontrakan itu.

Baik Persija maupun Perseru dikatakannya memiliki perbedaan secara spesifik. Keriuhan penonton, misalnya. Suporter Perseru lebih damai dalam memberikan dukungaan. Sedangkan Jakmania memiliki ekspektasi yang cukup besar kepada pemain dengan selalu memberikan pressure. Menurutnya, sedikit saja melakukan kesalahan, tentunya mendapat kritikan. Meski selalu ada pro dan kontra.

“Bermain di tim besar harus punya mental kuat agar tidak jatuh. Kalau mental kuat pasti bisa,” pungkas Escobar.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rizky Ahmad Fauzi

Copy Editor :

Striker Asing Persija Silvio Escobar Bicara Perjalanan Karirnya