alexametrics
Liga 1 2019

Aji Santoso: Musim Depan Kalau Bisa Persebaya Juara atau Runner-up

22 Desember 2019, 07:00:59 WIB

JawaPos.com – Posisi runner-up diduduki Persebaya Surabaya. Posisi yang sekaligus membuka peluang Green Force –julukan Persebaya– untuk tampil di pentas Asia. Namun, posisi tersebut masih bisa tergusur Persipura Jayapura. Itu disertai catatan Persipura berhasil menaklukkan Borneo FC pada laga di pekan terakhir sore nanti.

Posisi berapa pun yang diraih, Persebaya tetap bisa happy ending. Sebab, capaian mereka musim ini jauh lebih baik ketimbang musim lalu yang berada di peringkat kelima. Selain itu, Persebaya mampu menjaga tren positif tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir.

Persebaya Surabaya

Kemenangan 2-1 atas Perseru Badak Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, kemarin sore juga cukup melegakan Aji Santoso dan pasukannya. Maklum, Green Force sempat tertinggal melalui gol Aulia Hidayat pada menit ke-58. Untung, juara Liga Indonesia dua kali itu punya David da Silva. Striker asal Brasil tersebut mencetak brace melalui eksekusi penalti pada menit ke-70 dan heading lima menit sebelum laga usai.

Aji mengakui sempat deg-degan ketika timnya tertinggal 0-1. ”Kalau sampai kalah, hasil positif dalam delapan laga sebelumnya seolah tidak ada artinya,” kata pelatih 49 tahun itu. Menurut Aji, pemainnya memang tampil buruk sepanjang babak pertama. ”Saya lihat pemain tidak tampil seperti biasanya. Seperti bukan Persebaya,” tambah mantan kapten timnas tersebut.

Tapi, pergantian pemain di babak kedua dinilai sebagai kunci kebangkitan. Terutama dua pergantian terakhir. Yakni masuknya Rendi Irwan pada menit ke-63 serta Ruben Sanadi yang menggantikan M. Alwi Slamat (68’). Dua gol memang tercipta setelah dua pemain tersebut masuk. ”Pergantian pemain itu membuat kami menguasai laga dalam 25 menit terakhir. Dan alhamdulillah, kami mampu memenangi laga,” jelas mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

”Saya datang saat tim sedang tidak baik. Tapi, saya punya keyakinan dan pemain percaya kepada saya. Kemudian manajemen, pelatih, dan pemain bekerja sama dengan baik,” ujarnya.

Soal musim depan, Aji punya target yang lebih tinggi. ”Kalau misalnya musim ini finis di peringkat ketiga, ya setidaknya musim depan kalau bisa juara atau runner-up,” katanya.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan Badak Lampung. Mereka sudah dipastikan berlaga di Liga 2 musim depan. Meski turun kasta, sang pelatih Milan Petrovic tetap ingin bertahan. ”Semoga tahun depan persiapan lebih baik. Manajemen bisa datangkan pemain bagus. Itu modal penting untuk mengarungi Liga 2 musim depan,” tuturnya.
Menurut Milan, Badak Lampung sejatinya sering tampil apik musim ini. Hanya, hasil akhir tidak berpihak kepada timnya. Kondisi tersebut juga terlihat dalam laga kemarin. Milan menjelaskan, anak asuhnya sudah bermain bagus. ”Kami mampu mencetak gol lebih dulu. Tapi tetap kalah. Pemain sudah bekerja dengan sangat maksimal,” tegas pelatih asal Slovenia itu.

Kiper Dikri Yusron menyebut momen penalti Da Silva sebagai biang kerok kekalahan timnya. Setelah gol itu, mental pemain Laskar Saburai anjlok. Setelah penalti dilakukan, pemain Badak Lampung melancarkan protes dan meminta penalti diulang. Sebab, Da Silva sempat berhenti sebelum menendang bola. ”Saya sempat protes ke wasit, tapi gol tetap disahkan. Itu membuat konsentrasi pemain sedikit turun. Tapi, semua keputusan wasit harus kami hormati,” tutur Yusron.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads