alexametrics
Liga 1 2019

CEO Persela: Berat tanpa Penonton, Semoga Bukan Sanksi Partai Usiran

22 November 2019, 10:17:58 WIB

JawaPos.com – Kemenangan atas Perseru Badak Lampung FC sangat penting bagi Persela Lamongan. Tak hanya mendongkrak posisi di klasemen sementara, hasil itu juga mengerek mental tim. Apalagi, jalan bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut untuk lepas dari jerat degradasi masih sangat terjal.
Setelah menjamu Badak Lampung FC, Persela harus melakoni dua partai tandang beruntun. Lawannya pun sangat berat. Menantang Borneo FC (27/11) yang kini nangkring di posisi kedua klasemen sementara dan Persib Bandung (3/12) yang permainannya begitu konsisten di putaran kedua. Sudah begitu, Persela juga terancam sanksi berat imbas invasi penonton di laga kontra Badak Lampung FC di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (20/11).

’’Tentu jalan akan sangat berat kalau sampai mendapat sanksi tanpa penonton. Mudah-mudahan sanksinya bukan itu. Bukan pula partai usiran,’’ harap CEO Persela Yuhronur Efendi.

Dia tidak memungkiri bahwa sanksi bakal turun. Apalagi, kejadian Rabu lalu merupakan yang kali kedua. ’’Tapi, saya berharap hukumannya denda. Sebab, pertandingan bisa dijalankan kembali. Semoga itu menjadi pertimbangan penting,’’ katanya.

Di luar kemungkinan jatuhnya sanksi berat tersebut, Persela memutuskan fokus lebih dulu ke laga melawan Borneo FC dan Persib. Sama seperti tiga partai kandang tersisa yang harus dimenangkan semua, Persela menegaskan harus selalu mencuri poin di laga tandang tersisa. Dari kalkulasi tim pelatih, Eky Taufik dkk harus mencuri masing-masing satu poin di kandang Borneo FC dan Persib. ’’Untuk itu, dalam waktu tersisa, kami akan membangun keseimbangan dalam menyerang dan bertahan,’’ jelas pelatih Persela Nil Maizar.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha menyatakan Komdis PSSI menyikapi apa yang terjadi di Stadion Surajaya. Apalagi sampai menghentikan pertandingan walau akhirnya dilanjutkan kembali. ’’Pasti akan ada sanksi, kami harus tegas,’’ cetusnya.

Tisha menyadari, sejauh ini sanksi dan hukuman dari komdis soal kelakuan suporter belum benar-benar memberikan efek jera. Sebelumnya, ada suporter Persebaya Surabaya dan PSIM Jogjakarta yang melakukan hal serupa. ’’Masalahnya, sanksi itu ampuh atau tidak kami akan pelajari selama setahun ini. Akan ada catatan setahun ini,’’ ucapnya.

Soal status pertandingan, dia berujar, laga memang sah untuk dimainkan. Walau sempat terhenti, laga tersebut sah jika dilanjutkan kembali seperti yang disebutkan pada Regulasi Liga 1 2019 pasal 12 ayat 1 (d) dan ayat 2. Yakni, ketika pertandingan terhenti karena tingkah buruk suporter, wasit bisa memutuskan untuk melihat situasi dan kondisi selama 2 x 30 menit. Jika kondusif, pertandingan bisa dilaksanakan.

Di pihak lain, kubu Badak Lampung FC mengeluarkan sikap mengenai aksi rusuh suporter Persela. Laskar Saburai bakal mengirimkan fakta soal pertandingan kepada Komdis PSSI

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Fim

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads