alexametrics
Liga 2 2019

PSIM oh PSIM, Sudah Kalah, Tidak Lolos, Rusuh Pula

22 Oktober 2019, 07:00:06 WIB

JawaPos.com – Ketika peluit tanda sepak mula dibunyikan, laga PSIM Jogja kontra Persis Solo terasa hambar. Sebab, sebelum pertandingan itu dimulai, Martapura FC telah mengunci satu tiket delapan besar Liga 2 yang tersisa di grup timur. Kepastian tersebut diperoleh setelah Martapura menang 1-0 atas PSBS Biak.

Meski awalnya terasa hambar, ternyata tensi laga PSIM melawan Persis tetap tinggi. Di lapangan kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Namun, hasil akhir berpihak ke Persis. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu mempermalukan PSIM 3-2 di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta.

Tiga gol Persis dicetak Hapidin pada menit ke-25, Slamet Budiono (58’), dan Nanang Asripin (62’). Sedangkan dua gol tuan rumah dilesatkan Cristian Gonzales pada menit ke-38 dan 63. ”Meski gagal lolos, kami tetap senang karena pemain bisa menang di Jogja. Ini sangat melegakan,” ujar Manajer Persis Langgeng Jatmiko.

Pertemuan PSIM kontra Persis kali ini tidak hanya banjir gol, tapi juga banjir kartu. Wasit mengeluarkan sembilan kartu kuning. Bahkan, dua pemain PSIM Hisyam Tole dan Raymond Tauntu diganjar kartu merah saat injury time. Setelah kartu merah itu, sebagian suporter PSIM masuk ke lapangan. Mereka mengejar perangkat pertandingan dan pemain Persis. Pertandingan pun dihentikan sebelum waktunya berakhir.

Polisi sempat menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang berbuat onar. Situasi di dalam stadion pun kemudian bisa dikendalikan. Tapi, kondisi berbeda justru terjadi di luar stadion. Suporter tuan rumah yang ngamuk melampiaskan kemarahan di luar stadion. Mereka menggulingkan dua kendaraan polisi. Salah satunya bahkan dibakar.

Kapolres Jogjakarta AKBP Armani mengatakan, pihaknya akan melakukan banyak evaluasi terkait kerusuhan yang terjadi di laga kemarin. Dia cukup menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, Stadion Mandala Krida baru saja direnovasi dan akan dipakai untuk ajang internasional. ”Kejadian ini dipicu kekecewaan suporter PSIM karena timnya kalah,” ucapnya.

Kekecewaan tersebut dilampiaskan dengan menyerang pemain Persis. Karena itu, polisi bertindak cepat mengevakuasi pemain tim tamu. ”Kami akan evaluasi kejadian ini. Kami akan bicara juga dengan panpel PSIM,” ujarnya.

Di sisi lain, kubu PSIM enggan berkomentar soal pertandingan kemarin. Pun demikian soal kerusuhan yang terjadi seusai pertandingan. ”Tidak. Saya no comment saja,” ucap Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastawa.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/riz/cr18/JPR/c9/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads