alexametrics
Liga 2 2019

Manajemen PSIM Minta Maaf atas Kericuhan dan Kegagalan Tembus Liga 1

22 Oktober 2019, 19:48:32 WIB

JawaPos.com – Kekacauan yang terjadi ketika Derby Mataram antara PSIM Jogjakarta versus Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta (21/10), disesalkan manajemen klub berjuluk Laskar Mataram itu. Apalagi, secara prestasi mereka juga gagal lolos ke babak delapan besar Liga 2.

CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto mengaku prihatin. Bukan hanya terkait prestasi, melainkan juga insiden keributan pada akhir laga dan di luar stadion. ”Kami sangat prihatin tentu saja. Apalagi situasi juga menjadi tidak terkendali. Jelas sangat-sangat prihatin,” katanya kemarin.

Dan, sesuai rencana, hari ini PSIM akan mengeluarkan pernyataan resmi klub. Berikut pernyataan resmi PSIM:

Terkait kejadian pada pertandingan terakhir babak pendahuluan Liga 2 2019, antara PSIM Jogjakarta dan Persis Solo, di Stadion Mandala Krida, 21 Oktober, pihak PSIM turut menyesal dan kecewa.

PSIM menyadari bahwa ada perasaan kecewa dari suporter sekalian karena musim ini tak berakhir sesuai harapan. Tapi bagaimana pun tidak ada tempat untuk vandalisme yang nantinya bisa merugikan klub ini.

Hal yang paling instan terasa menyakitkan adalah terlukanya beberapa suporter. Termasuk anak kecil, wanita, dan orang tua, setelah kekacauan terjadi karena pihak kepolisian menembakkan gas air mata.

PSIM memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan karena kekacauan kemarin. Baik itu suporter, media, pihak keamanan, hingga warga sekitar stadion.

Kini saatnya kita semua merenung dan sadar bahwa kejadian tersebut tentunya akan berujung merugikan klub, dan kita semua harus bisa menerima itu sebagai evaluasi diri serta akibat dari yang kita perbuat.

Kami memang gagal mewujudkan harapan kita ke Liga 1 musim ini, dan kami tidak akan mencari alasan maupun pembenaran atas kegagalan ini. Karena itu membuat kita tidak akan mawas diri dan sulit untuk maju ke depannya. Namun yang pasti manajemen sudah berupaya serius dalam melakukannya.

Sekali lagi, mohon maaf atas segala kekecewaan pada musim ini, dan akhir pertandingan yang harus selesai dengan kejadian yang tidak kami inginkan. Mari semua merenung, dan mengevaluasi diri, supaya tak ada sesal lainnya di kemudian hari. Demi nama klub ini, demi PSIM Jogjakarta.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : riz/JPR

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads