alexametrics
Liga 2 2019

Kapolresta Jogja: Merusak, Mencuri, Menjarah, Tak Niat Nonton Bola

22 Oktober 2019, 16:23:41 WIB

JawaPos.com – Kisruh dalam derby Mataram antara PSIM Jogjakarta versus Persis Solo (21/10) di dalam dan luar lapangan bisa berbuntut panjang. Polresta Jogjakarta mempertimbangkan untuk mengevaluasi kembali izin pertandingan di Stadion Mandala Krida.

”Peristiwa ini akan kami evaluasi di internal kepolisian. Kami akan berbicara dengan panpel, pemda dalam hal ini pemkot dan pemprov. Ini kan stadion baru, kalau kekecewaan dilampiaskan dengan perusakan sangat disayangkan,” kata Kapolresta Jogjakarta Kombespol Armaini.

Ya, Stadion Mandala Krida baru dipakai setelah selesai renovasi. Harapannya, stadion itu bisa untuk melangsungkan pertandingan level internasional.

Armaini menjelaskan, setelah pertandingan, suporter PSIM yang kecewa berupaya menyerang upaya evakuasi skuad Persis. “Mobil yang melakukan evakuasi diserang. Mereka menghadang dan merusak mobil kepolisian,” tuturnya.

Selain berupaya menyerang rombongan skuad Persis, suporter PSIM juga merusak dan menjarah barang milik anggota kepolisian. Bahkan, ada juga mobil yang dibakar dalam insiden tersebut.

Kombespol Armaini bahkan mengatakan, ada beberapa suporter yang sebenarnya tidak niat menonton bola. Mereka sudah melakukan aksi pencurian dan penjarahan. ”Barang kami ada yang dicuri suporter. Tas saya juga hilang. Tapi tidak ada barang-barang seperti senjata api. Mereka tidak hanya merusak, tapi juga mencuri dan menjarah. Niatnya memang bukan nonton bola,” keluhnya.

Kejadian ini tentu menjadi pertimbangan untuk pertandingan ke depan. Armaini memastikan ada evaluasi yang melibatkan panitia pelaksana dan pengelola stadion. Menurutnya, dampak dari kericuhan turut mencoreng nama PSIM dan Jogjakarta pada umumnya.

Walau begitu dia memastikan belum ada suporter yang diamankan. Sebab, fokus utamanya adalah mengurai konsentrasi massa di seputar Stadion Mandala Krida. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kericuhan tersebut.

”Tetap ada evaluasi untuk kebaikan bersama. Berharap dari manajemen suporter mengevaluasi. Kami ingin suporter yang tertib dan positif, bukan yang anarkistis dan merusak seperti ini. Padahal selama ini pertandingan aman-aman saja,” katanya.

Pengamanan laga melibatkan 1.000 personel gabungan TNI dan Polri. Jumlah penonton diperkirakan mencapai 20 ribu penonton. Dia memastikan rasio perbandingan antara personel gabungan dan suporter sudah ideal.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dwi/riz/JPR

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads