alexametrics
Liga 1 2019

Insiden Lampu Mati di GBT Bukan Tanggung Jawab PLN

22 Juli 2019, 15:00:59 WIB

JawaPos.com – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) mendadak gelap gulita pada menit ke-67. Penerangan cahaya di tribun timur tiba-tiba mati. Pemain Persebaya Surabaya dan Tira Persikabo sontak kaget. Mereka pun menepi untuk menghentikan permainan.

Sementara itu, Bonek yang berada di GBT tak tinggal diam. Mereka langsung menyalakan lampu dari smartphone. Tribun stadion pun menyala karena aksi tersebut. Tapi, hal itu tak lantas membuat laga dilanjutkan. Sebab, penerangan tetap saja temaram.

Persebaya Surabaya

Bonek lantas menyanyikan chant. Yel-yel ’’dispora sabotase’’ terdengar nyaring. Chant itu seolah menyindir Dispora Surabaya selaku pengelola stadion berkapasitas 50 ribu penonton tersebut. ’’Kami juga kaget. Biasanya nggak pernah seperti ini. Kami tidak tahu (penyebabnya) karena posisi kami hanya penyewa,’’ kata Ram Surahman, sekretaris Persebaya.

Untung, lampu kembali menyala 14 menit berselang. Laga pun dilanjutkan. Namun, kejadian itu tetap saja membuat konsentrasi pemain terganggu. Apalagi, sebelum lampu mati, kedua tim tengah bermain dengan tempo tinggi. Terutama setelah Wawan Febrianto mencetak gol penyeimbang pada menit ke-64.

Kapten Ruben Sanadi merasakan betul gangguan itu. Menurut dia, kejadian tersebut telah merusak tempo permainan. ’’Memang sedikit mengganggu (konsentrasi). Tapi, itu tak mau saya jadikan alasan. Tim lawan memang tampil bagus juga,’’ ujar mantan pemain Persipura Jayapura itu.

Pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan senada dengan Ruben. Dia kaget, tapi memaklumi hal itu. ’’Kejadian tak terduga kan bisa terjadi kapan saja. Jadi, kami harus siap,’’ ucapnya. ’’Tak ada yang untung atau rugi dengan mati lampu. Sebab, kedua tim merasakan hal serupa,’’ tambahnya.

Nah, terkait dengan matinya lampu di GBT, PLN buka suara. Melalui siaran persnya, Senior Managers General Affairs PT PLN Unit Induk Distribusi Jatim A. Rasyid Naja menjelaskan, tidak ada kaitannya mati lampu itu dengan pasokan listrik dari PLN.

”Berdasarkan keterangan panitia, penyelenggara lampu sorot menggunakan listrik dari genset. Sementara listrik PLN digunakan untuk keperluan sebagian lampu tribun dan parkir,” begitu keterangan Rasyid Naja.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads