alexametrics

Rita Triana, Srikandi Penggerak Kemajuan Sepak Bola di Kota Blitar

22 April 2018, 14:27:17 WIB

JawaPos.com – Srikandi sepak bola asal Blitar. Itulah kata yang pas untuk menggambarkan sosok Rita Triana. Lebih dari satu dekade Rita mengabdikan hidupnya demi kemajuan sepak bola di Kota Patria.

Rita adalah anomali di Blitar. Dia menjadi perempuan pertama yang dipercaya untuk mengurus sepak bola di Kota Blitar. Perjalannnya sebagai pengurus dimulai saat dirinya ditunjuk sebagai sekretaris tim PSBK Kota Blitar pada 2007 silam.

Bukan perkara mudah baginya untuk melaksanakan misi ini. Menurut ceritanya, hanya ada tiga pengurus aktif yang bahu membahu membangun PSBK Peta. Salah satunya adalah dirinya.

Rita Triana, Hari Kartini, Sepak Bola Blitar, PSBK Blitar
Rita Triana, srikandi Sepak Bola di Kota Blitar (M. Syafaruddin/JawaPos.com)

“Pada 2006 Blitar hanya punya satu tim yang diakui oleh PSSI. Kemudian para pegiat sepak bola di Kota Blitar ingin memunculkan klub yang bisa berlaga di kompetisi yang dioperatori oleh PSSI. Sehingga muncul PSBK Peta tahun 2006,” cerita Rita kepada JawaPos.com.

“Pada awal kemunculannya saya belum terlibat. Setelah satu tahun terbentuk. Ketika PSBK Peta turun di kompetisi junior PSSI tahun 2007, saya mulai aktif mengelola sepak bola di Kota Blitar,” imbuh alumni Stikosa – AWS itu.

Menjadi seorang sekretaris tim menuntutnya aktif di lapangan. Meski demikian, Rita mengaku tidak pernah dipandang sebelah mata. Padahal ia adalah satu-satunya wanita yang berkecimpung di sepak bola Kota Blitar.

“Tidak pernah ada masalah. Bahkan saya mengantarkan PSBK Peta hingga lolos ke Divisi Utama (sekarang Liga 2, Red) 2011. Kami merangkak dari Divisi III, naik ke Divisi II, naik lagi ke Divisi I hingga Divisi Utama,” ucapnya penuh rasa bangga.

Setelah membawa PSBK ke kompetisi kasta kedua, Rita mendapat tugas anyar. Sejak tahun 2014 ia menjadi sekretaris Blitar United. Blitar United baru lahir tahun 2012 lalu. Pada awalnya tim ini dikhususkan untuk menampung pemain amatir di Kota Blitar.

Sebab tidak ada wadah bagi pemain amatir sejak PSBK naik kasta ke Divisi Utama 2011. Padahal Kota Blitar memiliki banyak talenta muda di bidang sepak bola. Talenta tersebut akan menguap apabila mereka tidak turun di sebuah kompetisi.

“Pemain-pemain hasil pembinaan PSSI yang tidak bisa ter-cover di profesional (PSBK), bisa terwadahi di Blitar United,” jabar Rita.

Kerja keras Rita bersama pengurus Blitar United tak sia-sia. Blitar United menjadi kampiun Liga 3 pada 2017 kemarin. Mereka juga berhak tampil pada kompetisi Liga 2 2018. Ini adalah prestasi terbaik Rita sebagai pengurus sepak bola di Kota Blitar.

“Ini bukan semata-mata kebanggan saya. Sebab, bukan hanya kerja saya. Ada pengurus serta figur-figur penting lainnya yang juga bekerja keras,” tegas anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Jatim ini.

Keberhasilan Blitar United menjadi juara Liga 3 2017 menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola di Kota Blitar semakin pesat. Blitar telah menjadi salah satu barometer pembinaan sepak bola di Jawa Timur (Jatim). Kota Blitar layak bersanding dengan daerah lain seperti Kota Surabaya, Malang dan Sidoarjo.

“Hampir di semua kelompok umur, sepak bola Kota Blitar sudah bisa berbicara di level provinsi. Untuk mekanisme pembinaan, kami memang mengadopsi daerah lain yang sudah lebih dulu menjadi basis pembinaan usia muda. Tapi dari sisi prestasi, kami berani mengatakan bahwa Kota Blitar menjadi salah satu barometer pembinaan sepak bola usia muda,” tutup Rita.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (saf/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Rita Triana, Srikandi Penggerak Kemajuan Sepak Bola di Kota Blitar