Jacksen F. Tiago Berbagi Ilmu Kepelatihan kepada Awak Redaksi Jawa Pos

22 Januari 2022, 18:09:41 WIB

JawaPos.com-Jacksen F. Tiago kembali menyambangi kantor redaksi Jawa Pos di Graha Pena, Surabaya. Selain bereuni, pelatih asal Brasil itu berbagi ilmu kepelatihan kepada awak redaksi.

Sharing pengetahuan dimulai pukul 14.00 dan berakhir pukul 16.30. Beberapa hal penting yang jarang dibuka dia sampaikan. Sebut saja bagaimana pelatih 54 tahun itu menentukan starting line-up.

Selama ini Jacksen bekerja sama dengan jasa statistik asal Rusia. Sebelum laga, dia melihat statistik pemain lawan. Dari situ, dia melakukan antisipasi. Lalu, menentukan siapa pemain yang diturunkan.

’’Ada tiga syarat pemain bisa turun. Pertama adalah performa, taktikal, dan mental pemain,’’ kata Jacksen.

Karena itu, Jacksen tidak jarang menurunkan susunan pemain yang sama di setiap laga. Tapi, bagaimana jika salah satu syarat tidak terpenuhi? ’’Misal performa dan mental pemain bagus, tapi tidak sesuai skema. Ya (pemain) kami cadangkan,’’ tambahnya.

Tapi, sebelum menentukan line-up, Jacksen menemui manajemen. ’’Saya sampaikan, pemain ini yang akan tampil. Saya jelaskan alasannya agar tidak ada pertanyaan menjelang laga,’’ ungkapnya.

Bagaimana dengan pemain? Jacksen kerap melakukan pertemuan empat mata. Termasuk kepada pemain cadangan. ’’Siapa yang lebih penting, pemain inti atau cadangan? Bagi saya, pemain cadangan lebih penting. Karena mereka jadi pemain terakhir yang meninggalkan lapangan. Mereka yang menentukan hasil pada akhir pertandingan,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan laga Persis Solo kontra Persiba Balikpapan di babak 8 besar Liga 2 2021. Ferdinand Sinaga masuk pada menit ke-46. Dia kemudian mencetak dua gol pada menit ke-60 dan 78 untuk memastikan Persis menang 2-0.

’’Dalam kondisi seperti itu, apakah pemain inti yang penting? Bukan. Yang lebih penting adalah pemain cadangan. Karena mereka yang menentukan laga,’’ tegas pelatih yang akrab disapa Bigman itu.

Tapi, bagi Jacksen, tugas paling berat seorang pelatih bukan saat pertandingan. Lalu, apa?

’’Justru pertandingan paling berat adalah setelah laga itu berakhir. Kami harus menghadapi wartawan dengan berbagai pertanyaan. Apalagi kalau tim kami kalah. Rasanya itu wow,’’ katanya sembari geleng-geleng kepala.

Karena itu, self control bagi pelatih sangatlah penting. ’’Setiap pelatih punya gaya beda-beda, tapi harus bagus dalam self control,’’ tambahnya.

Mantan pemain dan pelatih Persebaya Surabaya itu pun mengapresiasi kinerja jurnalis, meski kadang sering melontarkan pertanyaan yang menyakitkan hatinya. ’’Tapi itu wajar, karena wartawan juga harus mencari berita yang berkualitas,’’ katanya.

Jelang akhir perbincangan, Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiyo menggambar gol salto yang pernah dicetak Jacksen di papan tulis. ’’Ini adalah gol terbaik yang pernah saya lihat selama ini,’’ kata Leak.

Gol itu dilesakkan pada musim 1997 saat Jacksen masih membela Persebaya. Dia pun terkejut Leak masih mengingat momen tersebut. Jacksen pun kemudian meminta sesi foto bersama Leak dengan background gambar saltonya. ’’Harus diabadikan,’’ pungkas Jacksen, lantas tertawa.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gus/c17/ali

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads