alexametrics
Polemik Markas Persebaya di Liga 1 2020

Pemkot, Manajemen, dan Bonek Bertemu Pagi Ini Bahas Home Persebaya

22 Januari 2020, 07:00:32 WIB

JawaPos.com – Aksi pasang spanduk oleh Bonek akhirnya direspons Pemkot Surabaya. Mereka akan bertemu dengan pihak manajemen Persebaya Surabaya dan Bonek. Undangan sudah dikirim. Rencananya, pertemuan tersebut diadakan hari ini pukul 09.00 di Gedung Siola, Surabaya.

Pihak pemkot akan diwakili Dispora Surabaya. Hal itu disambut baik oleh manajemen Persebaya. Sebab, Persebaya memang sudah lama ingin melakukan audiensi. ’’Kami siap mencari solusi bersama,’’ kata Sekretaris Tim Persebaya Ram Surahman kepada Jawa Pos.

Persebaya Surabaya

Ram menegaskan, Persebaya dan Bonek sama sekali tidak menolak Piala Dunia. Bahkan, dia menyebutkan bahwa ajang tersebut harus disukseskan. ’’Hanya, jangan sampai membuat Persebaya terusir. Yang perlu dilakukan adalah sinkronisasi jadwal renovasi dan kompetisi sekaligus menyiapkan Stadion Gelora 10 November sebagai alternatif,’’ tutur pria asli Gresik itu.

Pentolan Bonek Andi Peci mengapresiasi sikap pemkot. Sebab, mereka akhirnya mau melakukan audiensi untuk memecahkan masalah tersebut. Tetapi, dia berharap audiensi tak berjalan satu arah. ’’Pertemuan harus segera digelar. Tapi, dengan prinsip, audiensi jangan malah menegaskan bahwa Persebaya tidak bisa main di Surabaya. Itu namanya bukan audiensi,’’ ucapnya kepada Jawa Pos.

Dalam pertemuan tersebut, Bonek ingin menyampaikan keinginan mereka. Yakni, tetap bisa melihat Persebaya bermain di Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) ataupun Gelora 10 November (G10N). ’’Intinya, kami berharap dua stadion ini yang akan didaftarkan oleh Persebaya ke operator kompetisi sebagai home base musim ini,’’ ungkap pria yang bernama asli Andy Kristiantono itu.

Artinya, GBT tetap menjadi kandang utama. Kemudian, jika ada renovasi yang cukup besar, laga home akan dipindah ke Gelora 10 November. Toh, manajemen Green Force –julukan Persebaya– sudah siap membenahi kekurangan stadion di Kecamatan Tambaksari itu. ’’Sekarang tinggal menunggu jalan keluarnya. Saya yakin, dengan audiensi, pemkot dan manajemen bisa mendapat solusi terbaik,’’ tuturnya.

Andi berharap ke depan pihak pemkot bisa merespons sesuatu dengan audiensi. ’’Jangan berhenti di kasus home base saja,’’ katanya. Menurut dia, aksi spanduk dilakukan Bonek lantaran pemkot dinilai tak mau diajak diskusi. Pemkot malah sudah memastikan Persebaya tak bisa bermain di Surabaya musim ini. ’’Jangan grusa-grusu memutuskan sesuatu. Utamakan diskusi. Apalagi kalau menyangkut kepentingan orang banyak seperti Persebaya,’’ ujarnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads