alexametrics
Liga 1 2019

Pikal Ingin Kembali ke Skema 4-3-3 saat Persebaya Tantang Persela

21 Oktober 2019, 17:00:17 WIB

JawaPos.com – Skema 4-3-3 sudah menjadi pakem Persebaya Surabaya. Namun, pelatih Wolfgang Pikal mengubah skema menjadi 3-5-2 saat bersua Persib Bandung pada Jumat (18/10). Bukannya tampil makin moncer, skema itu malah membuat Persebaya dihajar 1-4 oleh Persib.

Minimnya pemain menjadi alasan Pikal mengubah skema yang sudah pakem. Maklum, saat itu ada tujuh pemain yang absen. Namun, untuk laga kontra Persela Lamongan (23/10), tidak ada alasan untuk meninggalkan skema 4-3-3. Sebab, skuad bakal lebih lengkap. Termasuk bisa memainkan Irfan Jaya yang sebelumnya absen akibat akumulasi kartu.

Persebaya Surabaya

Persebaya memang minim winger saat melawan Persib. Tercatat, hanya Oktafianus Fernando dan Elisa Basna yang bisa dimainkan. Itulah yang membuat Pikal memainkan skema dua striker. Nah, dengan hadirnya Irfan, skema 4-3-3 jelas bisa digunakan saat Persebaya melawan Persela (23/10). ’’Kami segera mempersiapkan tim melawan Persela. Semoga pemain yang cedera bisa pulih tepat waktu,’’ kata Pikal.

Selain Irfan, Ruben Sanadi juga mungkin sudah fit. Artinya, skema 4-3-3 dapat dipakai. Dengan skema itu pula, Green Force –julukan Persebaya– mampu menang 3-2 atas Persela (1/7). Kondisi kian menguntungkan karena Persela tengah limbung. Laskar Joko Tingkir –julukan Persela– baru saja kalah 0-1 dari PSIS Semarang (18/10) sehingga kini berada di posisi ke-17 dengan mengemas 20 poin.

Winger Oktafianus Fernando menyatakan siap membawa Persebaya bangkit. Dia tidak ingin posisi Persebaya makin turun di klasemen. ’’Kami harus menatap ke depan. Harus memberikan yang terbaik (melawan Persela, Red),’’ ucap pemain yang akrab disapa Ofan tersebut.

Bagi Ofan, bangkit bukanlah hal yang mustahil karena pernah dirasakannya musim lalu. Persebaya sempat mengalami tiga kekalahan beruntun. Kondisi yang membuat pelatih saat itu, Angel Alfredo Vera, terdepak. Bahkan, saat posisi pelatih digantikan Djadjang Nurdjaman, performa Persebaya tidak langsung membaik. Djanur menandai debutnya dengan kekalahan 0-2 dari Borneo FC. Meski sempat terpuruk, Green Force lantas bangkit sampai akhirnya mampu finis di posisi kelima musim lalu.

’’Hasil-hasil ini mengingatkan saya dengan raihan musim lalu. Kami pernah terpuruk,’’ ujar Ofan.

Setelah dikalahkan Borneo FC, para pemain berkumpul. Bicara dari hati ke hati. Tujuannya, membawa tim bangkit. ’’Hingga akhirnya, kami mampu bangkit dan sempat meraih empat kemenangan beruntun. Mungkin ini bisa menjadi pengingat kami bagaimana harus bertindak,’’ tutur Ofan.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads