alexametrics
Liga 1 2019

Hebat Saat Tandang, Persebaya Pede Sambut Bali United di Kandang

21 September 2019, 11:49:11 WIB

JawaPos.com – Persebaya Surabaya langsung merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara Liga 1 2019. Posisi itu diraih seiring pesta gol saat Green Force-julukan Persebaya-melawat ke Stadion H. Moch Soebroto, Magelang kemarin sore.

Bertindak sebagai tim tamu, Ruben Sanadi dkk berhasil menghajar Mahesa Jenar-julukan PSIS Semarang empat gol tanpa balas. Rekrutan anyar Diogo Campos benar-benar merajalela pada laga kemarin. Dia tak hanya menjadi kreator lahirnya gol Otavio Dutra (48′) dan David da Silva (44′). Namun, eks pemain Kalteng Putra itu juga mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan bebas (48′). Satu gol Persebaya lainnya dicetak Osvaldo Haay.

Persebaya Surabaya

Hebatnya, kemenangan besar ini diraih saat Persebaya masih belum didampingi pelatih kepala Alfred Riedl. Sang asisten Wolfgang Pikal juga masih terkendala dokumen pengesahan. Praktis, instruksi dari pinggir lapangan masih dipercayakan kepada Bejo Sugiantoro. Namun, untuk laga berikutnya menjamu Bali United (24/9), Bejo optimistis Pikal sudah bisa mendampingi. Kemenangan telak dan kehadiran Pikal di sisi lapangan, diyakini bisa mendongkrak spirit saat menjamu Bali United.

“Hasil menang maupun seri, tetap kami ada evaluasi,” kata Bejo. ”Kami tetap respek kepada PSIS. Untuk lawan Bali United ada asisten pelatih Wolfgang Pikal yang lebih berpengalaman. Sebagai pelatih muda saya masih banyak belajar,” jelas mantan kapten Persebaya itu.

Bejo pun memberikan apresiasi buat Ruben Sanadi dkk. “Saya respek dengan semua pemain karena bisa kerja keras dan maksimal,” ujarnya. ”Apa yang diinginkan oleh staf pelatih bisa di tampilkan di lapangan dengan baik,” timpal ayah kandung bek Persebaya Rachmat Irianto itu.

Sebaliknya, kubu PSIS sangat kecewa dengam kekalahan kemarin. Apalagi mereka kalah telak pada laga kandang pertama setelah menjalani tour lima laga tandang beruntun. Padahal PSIS cukup garang di kandang lawan.

Dari lima laga away, mereka sukses memetik lima poin. Itu hasil menang 1-0 di kandang PSM Makassar serta imbang di kandang Bhayangkara FC dan Arema FC. Anehnya, saat kembali ke kandang mereka malah loyo. “Kami kalah segalanya. Persebaya mendominasi dan lebih cepat,” keluh Bambang Nurdiansyah, pelatih PSIS. ”Saya juga tidak tahu kenapa mereka seperti ini. Padahal di laga tandang mereka bagus,” timpal pelatih yang akrab disapa Banur itu. “Ini jadi tugas saya ke depannya untuk mencari tahu apa masalah mereka. Ada apa sama mereka,” imbuhnya.

Apakah pemain PSIS terpengaruh dengan insiden masuknya suporter pada menit ke-65 ? Sebab, masuknya suporter membuat laga sempat terhenti selama 24 menit. ”Mereka pemain profesional. Seharusnya kejadian seperti itu tidak mempengaruhi mental pemain ya. Ini Liga 1, bukan U-16,” kecamnya.

Upaya untuk mengejar ketinggalan juga sempat dilakukan Banur. Salah satunya dengan memasukkan rekrutan anyar Bruno Silva. Namun, Bruno yang hanya bermain 39 menit, tak bisa berbuat banyak. Dia juga hanya melepaskan satu tembakan.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Nia/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads