alexametrics
Liga 1 2020

Tinggal Tiga Pemain Persebaya yang Masih Bertahan di Apartemen

21 Mei 2020, 12:00:26 WIB

JawaPos.com – Persebaya Surabaya sudah meliburkan skuadnya. Para pemain juga sudah pulang ke kampung halamannya. Bahkan, beberapa di antaranya meninggalkan Surabaya setelah kompetisi dihentikan. Namun, tidak semua pemain Green Force ‒julukan Persebaya‒ pulang kampung. Masih ada tiga pemain yang bertahan di Surabaya. Mereka adalah Oktafianus Fernando, Patrich Wanggai, dan Makan Konate.

Tiga pemain itu tinggal di apartemen yang disediakan manajemen. Oktafianus, Patrich, maupun Konate punya alasan mengapa bertahan di apartemen. Untuk Ofan, sapaan Oktafianus, dia memikirkan kondisi istrinya yang tengah hamil sembilan bulan. ’’Sekarang istri saya sudah sering kontraksi,’’ katanya. Karena itu, dia baru meninggalkan apartemen setelah sang istri melahirkan.

Untuk Konate, ada alasan lain. Sejatinya pemain 28 tahun itu ingin pulang ke negaranya, Mali. Bahkan, dia sudah bersiap mudik. Namun, pandemi Covid-19 membuat penerbangan dari dan menuju Mali ditutup. Mantan gelandang Arema FC itu pun memilih bertahan di Surabaya. Padahal, dia merindukan anak dan istrinya.

Lantas, bagaimana dengan Patrich? Pemain 31 tahun itu menyatakan betah di Surabaya. Banyak alasan yang membuatnya memilih bertahan di Kota Pahlawan. Pertama, dia di apartemen bersama keluarganya. Jadi, Patrich tetap punya waktu yang berkualitas dengan keluarga. Kedua, soal fasilitas. ’’Di sini (apartemen) saya bisa terus latihan. Ada fasilitas seperti gym dan kolam renang,’’ jelasnya.

Lagi pula Patrich memang tidak terbiasa mudik saat Idul Fitri. Mantan striker Kalteng Putra itu punya jadwal khusus untuk pulang kampung ke Nabire, Papua. ’’Tahun kemarin Lebaran juga saya tidak pulang. Saya mudik cuma pas Natal,’’ kata pemain kelahiran 27 Juni 1988 tersebut. Karena itu, dia juga enjoy meski tidak pulang seperti pemain lainnya.

Selama di Surabaya Patrich punya beberapa kegiatan rutin. Selain berlatih, pemain bernomor punggung 27 itu melakukan aktivitas yang bikin otak tenang. ’’Di rumah saja. Nonton (film) sama main PlayStation,’’ jelas Patrich. Kegiatan tersebut dilakukan karean dia tidak bisa keluar apartemen. Maklum, Patrich memang menaati anjuran pemerintah agar tetap berkegiatan di rumah.

Patrich mengatakan akan tetap di Surabaya sampai kompetisi jelas. Dengan begitu, saat kompetisi dimulai, dia siap turun.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads