Piala Menpora 2021, APPI Soroti Klub Kontrak Pemain Sebulan

21 Maret 2021, 11:15:30 WIB

JawaPos.com – Piala Menpora 2021 bak oase bagi pesepak bola di Indonesia. Bisa kembali bermain, berarti kembali ada pemasukan. Namun, di antara kegembiraan tersebut, ada ancaman besar yang menanti sejumlah pemain. Terutama mengenai kontrak. Sebab, beberapa klub hanya mengontrak pemain untuk Piala Menpora 2021.

Hal itu mendapat sorotan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Mereka menyorot kontrak berdurasi 1 bulan. Sekretaris APPI M. Hardika Aji menyatakan, kontrak jangka pendek 1 bulan akan jadi masalah ketika turnamen selesai. Nasib pemain ditakutkan tidak akan diurus klub lagi. ”Jika ada yang cedera atau positif Covid-19, penyembuhan dan lain-lainnya siapa yang cover? Karena sudah lewat durasi kontrak,” terang dia.

Jika cedera ringan atau bisa sembuh dalam waktu dekat, tidak masalah. Yang jadi problem apabila cedera panjang dan butuh operasi dengan biaya besar. Pemain bahkan bisa terancam kariernya. ”Ditakutkan, pemain yang bersangkutan, selain sudah tidak ada ikatan kontrak alias tidak ada gaji, masih mengalami cedera plus penyembuhannya tidak ada yang menanggung, lalu bagaimana?” katanya.

Aji menyadari kondisi saat ini memang tidak ideal. Klub punya pertimbangan ketika hanya mengikat kontrak pemain untuk Piala Menpora. Selain kondisi keuangan, kepastian untuk kompetisi Liga 1 belum jelas. Namun, menurut dia, klub tetap harus melindungi pemain. Artinya, kesepakatan finansial yang terjalin harus dibarengi dengan perlindungan total. ”Apalagi, terkait dengan kesehatan dan cedera, harusnya lebih dari sekadar kompetisi biasa,” katanya.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kontrak ”yang semestinya” kepada pemain. ”Namun, kontrak kan konsensus,” ucapnya. Karena itu, dia berharap pemain tidak semata-mata berpikir soal ekonomi.

Persiraja Banda Aceh adalah salah satu tim yang mengontrak seluruh pemainnya khusus Piala Menpora 2021. Sekretaris Persiraja Rahmat Djailani menyatakan, hal itu dilakukan karena Liga 1 belum jelas. Pihaknya tidak mau mengambil risiko mengalami kerugian yang besar seperti ketika Liga 1 dihentikan musim lalu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : rid/gus/raf/c12/fal

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads