alexametrics

Terkait GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20, Iwan Bule Minta Bonek Legawa

21 Januari 2020, 07:00:03 WIB

JawaPos.com – Peluang Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya untuk menjadi venue Piala U-20 pada 2021 kembali terbuka. Sebab, berkat negosiasi dari PSSI, FIFA akhirnya setuju untuk menggunakan enam stadion. Sebelumnya, induk organisasi sepak bola dunia itu hanya meminta empat stadion.

Kans GBT pun semakin besar. Sebab, PSSI punya sistem ‘pasangan’ untuk venue Piala Dunia U-20 nanti. Enam stadion yang dipilih, ditetapkan berdasarkan lokasi dan letaknya. Sebut saja Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang berpasangan dengan Stadion Pakansari. Stadion Manahan Solo dengan Stadion Mandala Krida. Dan, GBT rencananya bakal dipasangkan dengan Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Nah, dengan pola berpasangan seperti itu, persiapan bakal lebih rapi. Akomodasi serta keamanan juga lebih mudah dipantau. Antusiasme suporter termasuk menjadi salah satu penilaian untuk memilih keenam stadion itu.

Ketua Umum PSSI Moch Iriawan mengatakan, dia lega lantaran pihaknya berhasil melobi FIFA untuk memperbolehkan enam stadion sebagai venue. Nantinya, dia akan memantau langsung kesiapan enam stadion yang dijagokan tersebut. ’’Saya akan lihat sendiri, keliling. Mungkin sebelum Kongres PSSI,’’ tuturnya.

Setelah melihat secara langsung, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu akan mencocokkan dengan standar yang diinginkan FIFA. Nah, saat Kongres Tahunan PSSI pada 25 Januari mendatang, kemungkinan akan langsung ditetapkan stadion mana yang bakal jadi venue Piala Dunia U-20. ’’Mohon sabar ya, kami harus mempersiapkan dengan baik,’’ harapnya.

Iwan juga menanggapi soal sikap Bonek terkait venue Piala Dunia. Sebab, rencana renovasi GBT untuk persiapan Piala Dunia U-20, membuat Persebaya terancam menjadi tim musafir. Namun, Iwan menegaskan, ada kepentingan yang lebih besar lagi untuk Indonesia bagi Surabaya. ’’Nasionalisme harus dikedepankan. Saya harap teman-teman Bonek mengerti tentang hal ini,’’ ucap Iwan.

Menurutnya, persiapan untuk Piala Dunia U-20 juga tidak lama. Artinya, setelah itu Persebaya bisa kembali berkandang di GBT lagi. Bahkan, Persebaya bisa menggunakan fasilitas berstandar FIFA untuk kompetisi. ’’Saya harap bersabar, bukannya Persebaya tidak besar, tapi di sini ada kepentingan nasional untuk dunia,’’ tegasnya.

Soal bakal adanya tim yang jadi musafir dan menyulitkan izin pertandingan ketika pindah kandang, Iwan Bule menjelaskan hal tersebut bakal dibahas di Kongres Tahunan PSSI. Pihaknya bakal bertemu dengan para Asprov untuk membahas hal tersebut.

Iwan berjanji akan menggunakan wewenangnya sebagai Sekertaris Lemhanas. Dia bakal berdiskusi langsung dengan pihak keamanan soal izin pertandingan. ’’Dari hasil pembicaraan dengan asprov di Kongres, nanti akan kami lakukan koordinasi dengan aparat keamanan, kan sudah ada perwakilannya di Asprov untuk kompetisi. Nantinya akan komunikasi dengan Asprov, Kabagintelkam dan pihak-pihak kepolisian lainnya,’’papar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Iwan sendiri sadar ketika dirinya mencalonkan diri, salah satu janji kampanyenya adalah komunikasi dengan pihak keamanan agar izin pertandingan lebih mudah. Dia berjanji akan mewujudkan hal tersebut. ’’ Itu yang sedang dirancang, diharap jadwal kompetisi tidak berubah, waktu pertandingan tidak sering mundur, lantas ada kepercayaan dari publik. Nanti akan kami bahas lebih fokus lagi,’’ tuturnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid



Close Ads