alexametrics

Edy Mundur dari Ketua PSSI Karena Merasa Tak Dihargai

21 Januari 2019, 16:45:35 WIB

JawaPos.com – “Saya mundur dari posisi ketua umum PSSI,” ujar Edy Rahmayadi dalam pidato pembukaan Kongres Tahunan PSSI 2019 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, kemarin (20/1). Kalimat yang membuat suasana hening beberapa saat. Namun kemudian disambut tepuk tangan meriah dan teriakan takbir dari 85 voter yang datang.

Ya, Edy kemarin resmi mundur dari jabatan yang diembannya dua tahun terakhir itu. Mundur di tengah gonjang-ganjing masalah yang bertubi-tubi menyerang PSSI.

Dengan wajah yang tak mengekspresikan apa-apa, kalimat tersebut terlontar jelas dari lisan Edy. Tidak ada keraguan ketika mengucapkannya. “Jangan khianati PSSI. Jangan karena satu hal yang lain terus merusak rumah besar ini (PSSI),” tegasnya di hadapan para voter.

Edy menjabat ketua umum PSSI sejak 10 November 2016, menggantikan La Nyalla Mattalitti.

Ucapan mundur yang dilontarkan gubernur Sumatera Utara itu jelas berbanding terbalik dengan perkataannya pada malam sebelum kongres tahunan PSSI dimulai, yakni pada Sabtu (19/1). Jawa Pos yang sudah mendengar adanya desakan agar Edy mundur sempat menanyainya ketika gala dinner. “Masak saya tinggalkan PSSI saat sedang morat-marit? Kan tidak manusiawi. Saya tidak akan mundur,” tegasnya saat itu.

Nyatanya, ucapan tersebut tidak terbukti. Mantan Pangkostrad itu malah meninggalkan PSSI di tengah sergapan isu pengaturan skor yang menjerat beberapa petingginya.

Edy sadar pernah berjanji tidak akan mundur. Karena itu, pria 57 tahun tersebut menegaskan kepada Jawa Pos seusai kongres bahwa dirinya bukan kalah dan menyerah dalam kasus yang menjerat PSSI. Dirinya justru mundur karena merasa sudah tidak dihargai anggota PSSI.

Salah satu contohnya tersaji dalam acara gala dinner. Dia sudah meminta Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono agar voters hadir dalam acara ramah-tamah itu. Dia ingin mengobrol banyak hal sebelum kongres diselenggarakan.

Nyatanya, dari 85 voter, tak sampai 20 orang yang datang. Bahkan, hanya tiga perwakilan klub-klub kasta teratas (Liga 1) yang menampakkan batang hidungnya. Yakni perwakilan Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC, dan Semen Padang. “Lalu saya kumpulkan exco (kemarin pagi, Red). Makanya, hari ini (kemarin) saya putuskan,” katanya.

Edy Rahmayadi tidak ingin disebut mentang-mentang dengan jabatannya sebagai gubernur Sumatera Utara. “Saya lakukan ini dalam kondisi sehat. Bertanggung jawablah kalian sekarang,” ucap dia.

Uniknya, dalam pengunduran dirinya itu, Edy sempat menyindir Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar. Dalam pidatonya, pria kelahiran Sabang, Aceh, itu menyebut Umuh sebagai contoh pihak yang berkoar-koar memintanya mundur. Padahal, pada 2016 Umuh adalah salah seorang motor pendukung Edy dalam pencalonan sebagai ketua umum PSSI. “Mungkin lebih pantas Umuh pimpin di sini. Silakan. Jangan berteriak-teriak di luar. Kalau bangsa lain lihat, nanti kita dianggap primitif. Daripada berkelahi, mending saya yang keluar rumah. Setuju?” kata Edy yang lantas disambut teriakan setuju para voter.

Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja mengungkapkan, Edy Rahmayadi sempat mengajaknya berbincang seusai gala dinner tersebut. Keduanya “rapat” semalam suntuk. Banyak yang diceritakan. Termasuk soal Edy bakal mundur dari jabatan ketua umum PSSI. “Beliau bilang mau hari ini atau tiga bulan lagi sama saja katanya,” ungkap Julius.

Nah, seusai salat Subuh, keteguhan hati Edy untuk mundur kian besar. Setelah itu, pukul 07.00, Edy mengumpulkan semua anggota Exco PSSI. Menggelar rapat terbatas. Di forum itulah dia berujar akan mundur dalam pidato pembukaan di kongres tahunan.

Julius tidak menampik bahwa mundurnya Edy juga disebabkan banyaknya voter yang tidak datang dalam gala dinner. Juga adanya informasi tentang banyaknya kubu di PSSI yang saling sikat untuk menjatuhkannya. “Daripada di kongres nanti banyak yang angkat tangan protes ingin memintanya mundur, sebelum itu terjadi, Pak Edy menyatakan mundur,” paparnya.

Selama Edy Rahmayadi menjabat ketua umum PSSI, prestasi terbaik yang dicetak di level timnas adalah keluarnya timnas U-16 sebagai juara Piala AFF 2018 yang diselenggarakan di Sidoarjo. Di level senior, prestasi timnas era Edy Rahmayadi jauh dari kata memuaskan.

Terakhir, skuad Garuda gagal lolos dari penyisihan grup Piala AFF 2018. Pada Asian Games 2018 (12-24 Agustus 2018), timnas U-23 Indonesia hanya mampu mencapai babak 16 besar. Meleset dari target lolos ke semifinal.

Catatan hitam yang terjadi selama Edy menjabat, sesuai data dari Save Our Soccer (SOS), ada 22 suporter yang meninggal dunia. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sedangkan korban meninggal akibat pengeroyokan berjumlah tujuh orang.

Dengan mundurnya Edy, otomatis posisi ketua umum PSSI diisi wakilnya, Joko Driyono. Hal tersebut sesuai dengan statuta PSSI pasal 39 ayat 6. Jokdri -sapaan Joko Driyono- akan menjadi ketua umum hingga kongres berikutnya.

Jokdri tidak sendiri. Posisi wakil ketua umum akan diserahkan kepada Iwan Budianto. Di kongres keduanya sudah mendapat persetujuan. Artinya, pria asal Ngawi itu akan menggantikan posisi Edy hingga masa jabatan berakhir pada 2020. Itu terjadi jika tidak ada kongres luar biasa (KLB). Jokdri sendiri mengaku siap. Sebab, dirinya menjadi ketua umum sesuai dengan statuta dan disetujui anggota PSSI. “Saya akan menjalankan Plt ini sesuai statuta,” ucapnya.

Jokdri menyatakan bakal langsung menjalankan program yang sudah disetujui anggota kongres. Salah satunya adalah pembentukan komite ad hoc.

Selain itu, ada persiapan untuk menggulirkan kompetisi. Jokdri menyebutkan, Liga 1 paling cepat akan digulirkan 1 Mei. Kalaupun tidak bisa, paling lambat kompetisi yang diikuti 18 tim tersebut akan kickoff pada 8 Mei. “Digodok detail oleh PT LIB yang juga dimintakan RUPS selambat-lambatnya dua minggu dari saat ini,” ujarnya.

Ada pula Piala Indonesia dan Piala Presiden. Piala Indonesia yang akan menggulirkan babak 32 besar sudah akan dimainkan awal pekan ini. Untuk Piala Presiden, masih dilakukan sinkronisasi jadwal agar keduanya bisa segera dilaksanakan mulai Januari dan berakhir awal April.

Di luar itu, ada pro academy U-16 dan U-19. Di level timnas, program keduanya sudah disetujui peserta kongres. “Cluster-cluster di U-16 dan U-19 akan dibuat. Turunannya setelah itu urusan pelatih masing-masing. Target itu tuntas sampai minggu pertama Februari,” paparnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rid/c9/ali)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Edy Mundur dari Ketua PSSI Karena Merasa Tak Dihargai