alexametrics
Liga 3 2019

PSG Makin Dekat ke Liga 2, Perseden Kecewa Kepemimpinan Wasit

20 Desember 2019, 14:34:00 WIB

JawaPos.com – Kans Putra Sinar Giri (PSG) untuk promosi ke Liga 2 kian terbuka. Sebab, tim berjuluk Laskar Giri Kedaton itu mampu memastikan satu tempat di babak delapan besar Liga 3 Nasional. PSG menang 4-2 melalui adu penalti atas Perseden Denpasar dalam babak 16 besar Liga 3 Nasional.

Laga yang dihelat di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, itu kemarin berjalan dramatis. Dua kali tertinggal, dua kali pula PSG menyamakan kedudukan. Perseden sempat unggul melalui Raffly Hidayat pada menit 86’. Saat Perseden tampaknya akan memenangi laga, PSG mampu mencetak gol penyeimbang. Adalah Rendy Jaya yang mencetak gol di menit akhir atau 90+3’. Di masa babak extra time, Perseden kembali unggul melalui heading Yusron Hamid pada menit 99’. 

Untung, PSG mendapatkan hadiah penalti di menit 119’. Eksekusi Wirdan Jaka memaksa laga berlanjut sampai ke adu penalti. Di babak tos-tosan, dua eksekutor Perseden gagal. Sementara hanya satu penendang PSG yang gagal. Skor 4-2 memastikan PSG melaju ke babak delapan besar. ”Kami sangat bersyukur meski diberi kemenangan melalui adu penalti,” kata pelatih PSG Khoirul Anam.

Dalam adu penalti, eksekutor pertama PSG Wirdan Jaka gagal. Meski begitu, mental pemain tidak anjlok. ”Itu karena kami mempersiapkan adu penalti ini sebelum babak nasional. Bahkan, di babak semifinal dan final zona Jawa, kami juga lolos lewat adu penalti. Pemain sudah terbiasa,” tambah Anam.

Di babak semifinal zona Jawa, PSG menang atas Persekabpas Pasuruan. Sementara itu, di final PSG mengalahkan Perseta Tulungangung. 

Soal kans lolos ke Liga 2, Anam ogah sesumbar meski akan ada enam tim yang promosi ke kasta kedua musim depan. ”Masih ada babak delapan besar. Kami belum tahu siapa saja lawan kami. Semua kami anggap berat,” katanya.

Di babak delapan besar, bakal digunakan sistem home tournament. Delapan tim yang lolos akan dibagi dalam dua grup. Dua tim teratas masing-masing grup otomatis promosi ke Liga 2 musim depan. 

Di sisi lain, kekalahan tersebut membuat kubu Perseden kecewa. Bukan karena performa tim, tapi lantaran kepemimpinan wasit Cahya Sugandi yang dinilai berat sebelah. Hadiah penalti yang diberikan kepada tuan rumah pada menit akhir babak perpanjangan dinilai tidak fair. ”Inilah sepak bola Indonesia. Walaupun sudah berjanji berbenah, tetap saja nggak bisa. Ada saja oknum yang ingin merusak pertandingan,” tegas I Wayan Sukadana, pelatih Perseden. 

Padahal, Wayan sudah mewanti-wanti anak asuhnya agar berhati-hati di kotak penalti. ”Karena pasti akan ada penalti yang diberikan,” katanya.

Karena itu, dia benar-benar kecewa dengan kepemimpinan wasit asal DKI Jakarta tersebut. ”Masih ada mafia wasit. Saya yakin ini ada permainan. Dari awal saya sudah tahu bahwa wasit berat sebelah,” terang Wayan. 

Kekalahan itu memupus asa Perseden untuk tampil di Liga 2. Meski begitu, Wayan ogah melayangkan surat protes ke PSSI. ”Percuma saja,” tegasnya. Dia hanya berharap sepak bola Indonesia bisa terus berbenah. ”Kasihan pemain kami. Sudah berjuang keras di lapangan, tapi malah dirugikan kepemimpinan wasit,” kata Wayan.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads