alexametrics
Kualifikasi Piala Dunia 2022

Nasibmu Timnas, Tumbang oleh Malaysia, Lolos Piala Asia pun Kesulitan

20 November 2019, 07:43:39 WIB

JawaPos.com – Derita timnas di pentas Kualifikasi Piala Dunia 2022 tak kunjung reda. Lima laga telah dijalani skuad Merah Putih di putaran kedua grup G. Lima kali pula timnas harus menelan kekalahan. Kekalahan kelima diderita saat Yanto Basna dkk menghadapi Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Timnas sebetulnya mengusung misi revans pada laga ini. Mereka ingin membalas kekalahan 2-3 pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta (5/9) lalu. Alih-alih bisa revans. Timnas malah dibantai dua gol tanpa balas. Dua gol Harimau Malaya-julukan timnas Malaysia diborong Safawi Rasid pada menit ke-30 dan 73. Timnas sebetulnya punya peluang untuk memperkecil ketinggalan lewat titik penalti. Sayangnya, eksekusi penalti Osas Saha pada menit ke-82, masih bisa dibaca oleh kiper Farizal Marlias.

Rentetan kekalahan ini membuat posisi Indonesia ”konsisten” di juru kunci klasemen. Mimpi lolos ke putaran ketiga pun harus sirna. Bahkan, untuk sekedar lolos otomatis ke Piala Asia pada 2023, rasanya juga mustahil. Syarat lolos otomatis adalah masuk dalam empat runner-up terbaik. Tapi, jangankan runner-up terbaik, masuk ke babak ketiga kualifikasi Piala Asia juga sulit. Yang paling logis, timnas hanya bisa masuk Piala Asia dengan melalui babak playoff dengan menduduki peringkat keempat atau kelima di tabel klasemen grup G.

’’Di level internasional, tidak boleh ada peluang gagal cetak gol dan kebobolan dari kesalahan sendiri. Itu fatal,’’ ujar karteker timnas Indonesia Yeyen Tumena. Bahkan, dia mengatakan kemenangan Malaysia adalah hadiah dari Indonesia. ’’Dua gol itu hadiah dari para pemain kami,’’ bebernya.

Yeyen menuturkan, penampilan Indonesia melawan Malaysia tadi malam nilainya 6,5. Di luar kesalahan lini belakang, terutama Yanto Basna dan gagalnya penalti Osas Saha, beberapa peluang emas yang harusnya berbuah gol. ’’Tapi saya tetap angkat topi terhadap kerja keras pemain di lapangan. Sudah menjalankan tugas yang kami rencanakan dari awal,’’ ujarnya.

Disinggung soal pemilihan Osas jadi eksekutor penalti, mantan pemain Persebaya Surabaya itu mengungkapkan kalau hal tersebut sudah sesuai dengan rencana. ’’Maradona dan Messi pun pernah gagal melakukannya. Tapi memang setelah gagal penalti itu, kami kehilangan momentum bangkit. Tapi hasil sudah berbicara dan kami sudah tidak bisa mengubahnya,’’ ucapnya.

Febri Hariyadi pun sependapat dengan Yeyen. Dia menuturkan rekan-rekannya sudah bekerja maksimal. ’’Kami tahu hasil mengecewakan, saya juga dapat peluang dan gagal memaksimalkan. Saya akui kesalahan itu,’’ sesal Febri.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Rid

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads