alexametrics
Liga 1 2019

Kiper Persebaya Terasah karena Sering Latihan Penalti dengan Striker

20 November 2019, 17:00:18 WIB

JawaPos.com – Dalam dua laga terakhir, kiper menjadi pahlawan bagi Persebaya Surabaya. Pertama, saat bersua PS Tira Persikabo (9/11), Imam Arief menepis penalti Osas Saha. Kemudian, berlanjut saat melawan PSM Makassar, giliran Miswar Saputra menggagalkan eksekusi penalti Marc Klok.

Performa apik itu membuat Green Force –julukan Persebaya– mendapatkan tambahan empat poin. Lantas, apa rahasia performa apik Imam dan Miswar? Pelatih kiper Persebaya Miftahul Hadi mengaku tak memberikan latihan khusus. ’’Mereka terasah karena sering berlatih penalti dengan para striker di tim (Persebaya),’’ katanya saat ditemui Jawa Pos setelah sesi latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin sore.

Persebaya Surabaya

Para kiper memang sering berlatih penalti. Mereka mengantisipasi penalti dari pemain lainnya. Biasanya, kegiatan tersebut dilakukan saat sesi latihan hampir selesai. Nah, karena sering berlatih, para kiper punya insting oke dalam mengantisipasi penalti.
Meski menjadi pahlawan saat melawan PSM Makassar, Miswar enggan jemawa. ’’Mungkin rezeki saya bisa save penalti. Berkat teman-teman juga. Kami saling support dan doa,’’ kata kiper 23 tahun itu.

Nah, dalam latihan kemarin, Green Force kedatangan kiper tambahan. Dia adalah Ernando Sutaryadi. Kiper 17 tahun tersebut berlatih bersama Ruben Sanadi dkk. Sebelumnya, dia jarang terlihat lantaran memperkuat timnas U-19. Kehadiran Ernando itu disambut baik oleh pelatih Persebaya Aji Santoso.
Menurut pelatih 49 tahun tersebut, Ernando memiliki skill yang cukup bagus.

’’Dia (Ernando) punya prospek yang cukup cerah,’’ katanya. Meski begitu, Aji berharap Ernando tak langsung berbangga diri dengan prestasi yang sudah diraihnya saat ini.

’’Tidak boleh berpuas diri. Harus disiplin dan fokus. Saya yakin dengan itu masa depan Ernando pasti sangat cerah,’’ tegas mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Meski kedatangan Ernando, posisi Miswar sebagai starter sulit tergantikan. Sebab, dari statistik, kiper asal Aceh itu memang sangat moncer. Total, dia sudah mencatatkan 87 save dari 25 laga bersama Green Force. Bandingkan dengan Abdul Rohim. Mantan kiper PSMS Medan tersebut hanya melakukan lima save dari dua laga. Selanjutnya, Imam Arief malah hanya mencatatkan tiga save dari satu laga.

Jika posisi kiper komplet, tidak demikian dengan winger. Persebaya terancam tanpa Oktafianus ’Ofan’ Fernando dan Irfan Jaya. Ofan masih mengalami cedera dan harus berlatih secara terpisah.

Sementara itu, Irfan malah absen dalam sesi latihan kemarin. Pemain 23 tahun tersebut sedang demam. ’’Saya larang dia (Irfan) untuk latihan. Saya takut kalau tidak istirahat malah makin lama sakitnya,’’ terang Aji.

Tanpa dua pemain itu, praktis winger hanya tersisa Elisa Basna. Sejatinya, masih ada M. Alwi Slamat atau Diogo Campos. Tapi, dua pemain tersebut berposisi asli sebagai gelandang serang. Meski begitu, dalam sesi latihan kemarin, Aji menjajal duet Basna dan Campos sebagai winger untuk mengantisipasi jika Irfan dan Ofan tidak bisa dimainkan.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Gus

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads