alexametrics
Liga 3 2019

Keputusan tentang Masa Depan Gresik United di Tangan Ketua DPRD

20 Oktober 2019, 10:00:00 WIB

JawaPos.com – Lewat aksi tanpa lelah, Ultrasmania sukses ’’merebut’’ Persegres Gresik United dari tangan manajemen lama. Nama Persegres pun dihilangkan dan kembali menggunakan nama Gresik United.

Namun, masalah anyar muncul. Yakni, siapa yang akan duduk di manajemen baru. Bukan hanya itu, Gresik United juga masih bimbang perihal legalitas menggunakan yayasan atau PT. Sebab, itu juga berhubungan dengan pendanaan Gresik United ke depannya.

Untuk itu, pada Jumat lalu (18/10) Ultras yang memegang Gresik United pada masa peralihan ini mengadakan sharing dengan tokoh sepak bola di salah satu kafe di Gresik. Tujuannya membahas persoalan tersebut.

Banyak masukan mengenai pengelolaan Gresik United yang didapat. Hanya, soal keputusan belum ada kepastian. Sebab, keputusan akhir ada pada Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani. Namun, dalam sesi sharing tersebut, Fandi berhalangan hadir. ’’Belum ada keputusan karena kami memang masih meminta saran. Kami masih mencari masukan kepada mereka. Yang memutuskan nanti tetap ketua DPRD Gresik,’’ kata Ketua Ultramania Toriqi Fajerin.

Namun, dalama pertemuan tadi malam disepakati penyusunan tim formatur untuk nanti membentuk definitif. ’’Setelah itu, dalam waktu dekat kami akan mengundang mereka dalam forum tertutup untuk menetapkan kepengurusan siapa dan legalnya dalam bentuk apa,’’ imbuh pria yang disapa Kaji Riki itu.

Saat ini yang menjalankan dan menyiapkan kebutuhan Gresik United memang Ultrasmania. Bahkan, pada laga kontra Perssu Sumenep 13 Oktober lalu, kepanpelan ditangani Ultrasmania.

’’Pada masa peralihan ini, ya kami tanggung jawab lah. Setelah mengambil alih, ya otomatis kami yang melaksanakan,’’ kata pria asli Gresik tersebut.

Namun, tidak berarti nanti Ultrasmania masuk kepengurusan manajemen baru. Kaji Riki yang sempat diusulkan menjadi direktur Gresik United bahkan menolak secara tegas.

’’Saya masih suporter. Setelah manajemen baru terbentuk, kami kembali ke habitat sebagai suporter. Sebab, fungsi kami kan sebagai penyeimbang. Takutnya kalau kami masuk ke manajemen nanti suasana malah tidak kondusif,’’ jelasnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : nia/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads