alexametrics

Dua Laga Sisa Piala Presiden tanpa Penonton di Si Jalak Harupat

PSSI Bentuk Tim Investigasi
20 Juni 2022, 12:22:13 WIB

JawaPos.com – Sudah ada kepastian mengenai venue yang akan menggelar lanjutan pertandingan di grup C Piala Presiden 2022. Dua laga tersisa bakal dipindahkan ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH). Semua pertandingan tersebut dihelat tanpa penonton.

Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2022 Akhmad Hadian Lukita menyatakan, keputusan itu adalah yang terbaik setelah pihak-pihak terkait duduk bersama pascainsiden tewasnya dua Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). ”Insya Allah main di SJH. Surat rekomendasi kepolisian sudah diurus,” tutur Lukita kepada Jawa Pos kemarin (19/6).

Stadion berkapasitas 30 ribu penonton itu akan digunakan untuk menggelar laga Bali United vs Persebaya Surabaya hari ini.

Lalu, yang terakhir giliran Bhayangkara FC menghadapi Persib Bandung besok.

Kepastian yang lain adalah dua laga terakhir grup C itu tetap ditangani panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib Bandung atau panitia lokal. Media Officer Persib Jatnika Sadili siap menyukseskan dua laga sisa grup C di SJH.

”Kami sebagai pelaksana di lapangan siap mengikuti instruksi. Venue pertandingan dipindah ke mana saja, kami siap. Kami akan bekerja maksimal,” ujar Jatnika.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pertandingan Persebaya Surabaya vs Persib Bandung, Jumat (17/6) terjadi overkapasitas penonton. Panpel hanya mencetak 15 ribu lembar tiket. Namun, penonton yang hadir ada 37.872 tiket. Artinya, ada 22.872 penonton tidak bertiket yang bisa masuk ke tribun Stadion GBLA. Kondisi itulah yang disebut-sebut menjadi penyebab terjadi insiden desak-desakan yang mengakibatkan dua penonton tewas.

KALAH: Ekspresi kekecewaan pemain Persebaya Surabaya seusai dikalahkan Persib Bandung 1-3 di laga penyisihan grup C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (17/6). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Artinya, ada 22.872 penonton tidak bertiket yang bisa masuk ke tribun Stadion GBLA.

Untuk mengantisipasi agar insiden tersebut tidak terulang, Stadion Manahan, Solo, panitia pelaksana langsung menggelar rapat terbatas menyusul tewasnya dua suporter Persib. Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona mengatakan, panpel Persis langsung melakukan evaluasi terkait masih adanya antrean yang menumpuk di ring 1. Lokasi terakhir untuk penonton naik ke tribun. ”Tapi, tetap smooth kok, tidak ada penumpukan berlebihan selama ini,” jelasnya.

Terkait kelanjutan kasus tewasnya dua Bobotoh di GBLA, PSSI langsung membentuk tim investigasi. Ketua Umum PSSI M. Iriawan mengatakan, tim itu akan diturunkan ke Bandung karena laga tersebut digelar panitia lokal. ”Kami hanya (sebagai) pendamping. Meski demikian, kami akan turunkan tim PSSI untuk mengurai kenapa peristiwa tersebut bisa terjadi,” katanya saat ditemui kemarin.

Dia menambahkan, tim investigasi bertugas mendalami prosedur pelaksanaan pertandingan. Salah satunya terkait perbandingan tiket masuk dan kapasitas stadion. Saat ini, lanjut dia, kuota penonton yang boleh menyaksikan langsung pertandingan dibatasi 75 persen dari kapasitas stadion. ”Tim investigasi akan diketuai salah satu exco dan komdis. Nanti disampaikan ke publik hasilnya seperti apa,” katanya.

CHAOS: Suasana pintu masuk tribun Stadion GBLA setelah terjadi insiden tewasnya dua Bobotoh, Jumat (17/6). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Dari Bandung dilaporkan, rombongan Bobotoh datang ke Kantor Graha Persib di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, untuk menuntut tanggung jawab manajemen atas kematian dua suporter Persib di GBLA pada Jumat (17/6). Pukul 19.50 rombongan datang dengan dress code serbahitam serta membawa spanduk yang bertulisan ”BOBOTOH BERDUKA”. Selain itu, mereka mengibarkan bendera Persib setengah tiang, kemudian menyalakan lilin dan menaburkan kembang di sekitarnya.

”Kami datang ke sini sebagai bentuk respek kepada korban dari kejadian kemarin (Jumat). Karena disebabkan tidak becusnya panpel. Namun, mereka mem-branding kejadian tersebut sebagai musibah. Tapi, kami yakin itu kelalaian,” ujar Jajang, salah seorang Bobotoh yang ikut dalam aksi.

Selain melakukan aksi, pihaknya akan memboikot laga selanjutnya dan tidak akan datang ke tribun. Hal tersebut dilakukan demi menghormati korban. ”Kebanyakan di antara kami memboikot untuk datang ke tribun. Itu dilakukan untuk menghargai korban,” tutur Jajang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : fiq/rid/kro/Cr2/c7/cak

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads