alexametrics

Daryono, Kiper Persija yang Dianggap Seperti Hulk

20 Maret 2019, 12:57:15 WIB

JawaPos.com – Hulk adalah superhero fiksi dalam komik terbitan Marvel. Hulk dikisahkan merupakan perubahan wujud dari seseorang bernama Bruce Banner. Saat dia marah, Banner berubah menjadi raksasa hijau bernama Hulk yang memiliki tubuh besar, kekar, dan berotot.

Gambaran fisik seperti Hulk ada di skuad Persija. Dia adalah penjaga gawang Daryono. Ya, Jakmania menganggap Daryono seperti Hulk karena memiliki badan yang kekar saat menjaga gawang Macan Kemayoran. Tentunya, itu sebagai wujud kecintaan Jakmania kepada Daryono.

Sosok Hulk diidentikkan kepada Daryono jelas memiliki arti. Dengan harapan, Daryono yang juga anggota TNI Angkatan Laut (AL) bisa seperti Hulk yang antagonis kepada siapapun lawan dengan kekuatan yang dimilikinya. Tentunya saat menjaga gawang Persija.

Terkait hal itu, Daryono menyikapinya dengan santai. “Kalau saya enggak terlalu menghiraukan itu semua. Itu karena bentuk kecintaan dari The Jakmania kepada saya. Kalau saya jadi motivasi saja,” tutur Daryono kepada Jawa Pos.

Daryono memang berusaha untuk menampilkan permainan terbaik setiap diturunkan. Meski berstatus pelapis, dia tetap profesional. Dia ingin mengimplementasikan serapan ilmu yang didapat dari sejumlah pelatih sejak awal memperkuat Persija.

Hingga saat ini, Daryono sudah banyak dilatih juru taktik andal dengan berbagai karakter. Mulai Iwan Setiawan, Benny Dollo, Paulo Camargo, Muhammad Zein Al Hadad, Stefano Cugurra Teco, dan teranyar Ivan Kolev. Daryono menyebut setiap pelatih memiliki ciri khas tersendiri. Dia menyebut Bendol – sapaan akrab Benny Dollo, dan Ivan Kolev sebagai pelatih yang cukup keras.

Kolev misalnya. Daryono menilai juru taktik asal Bulgaria itu selain keras juga cukup piawai. Pemain dituntut bermain dengan cerdas. Selain itu, selepas latihan, Kolev sering memberikan pemahaman kepada pemain di setiap posisi. Termasuk pada posisi penjaga gawang. “Kami ditunjukkan seorang kiper harus berbuat apa pada saat pemain ada di depan. Jangan sampai lakukan kesalahan. Coach Kolev juga paham dan selalu perhatikan detailnya,” bebernya.

Hal itulah yang sedikit membedakan Kolev dengan pelatih sebelumnya, Teco. “Kalau zaman coach Teco strategi dan pemain gampang ditebak. Kalau Kolev dalam latihan semua per posisi diberi porsi latihan sendiri. Enggak bingung saat main dan lebih variatif dan sangat membantu sekali,” ungkapnya.

Daryono mengungkapkan saat dilatih Teco agak jenuh karena jarang mendapat kesempatan bermain. Selain itu, ketika mendapat kesempatan, pemain agak bingung karena sentuhannya terbatas. Kondisi tersebut pernah menimpa kompatriotnya sesama penjaga gawang Persija, M Rizky Darmawan. Tompel – sapaan akrab Rizky, pernah melakukan blunder saat pertandingan Persija melawan Home United di AFC Cup 2018. Tompel melakukan blunder baik saat bermain tandang maupun kandang.

Terkait hal itu, Daryono menyebut menjadi pemain di penjaga gawang tidak mudah. Sebab, ketika melakukan sedikit kesalahan saja, akibatnya bisa fatal yakni kebobolan.

Pria berpangkat Sersan Dua itu mengaku pernah berada di titik terendah sebagai kiper. Hal itu dirasakannya pada saat awal-awal berkostum Persija. Saat itu, banyak pihak yang menyebutnya kurang laik untuk bermain bersama Macan Kemayoran. Pada saat itu, keuangan Persija juga berada di titik terendah. Sering telat membayar gaji hingga fasilitas bagi pemain kurang memadai.

Daryono dikenal sebagai pemain yang kalem. Karakter agak pendiam itu didapatnya dari sang idola Hendro Kartiko. Daryono sangat menggemari mantan penjaga gawang Timnas Indonesia itu karena kepribadiannya yang tidak banyak tingkah.

Karakter pendiamnya itu juga berpengaruh ke media sosial (medsos). Daryono diketahui jarang mengunggah foto atau momen di akun-akun medsos miliknya. Alih-alih meng-update sesuatu, dia mengaku lebih sering memantau kritikan dan saran yang ada di kolom komentar medsos miliknya.

Bahkan, dia mengaku tidak pernah mem-block netizen yang mengkritisinya secara pedas. Sebab, dia menilai kalau kritikan sudah menjadi konsekuensi pemain. “Kalau saya biarkan saja. Kadang ada pemain yang komentarnya dihapus. Tapi kalau saya malah senang baca-baca. Lucu jadinya. Kekurangan kita jadi ketahuan karena saya juga senang dikritik biar tahu semua kekurangan yang lain,” pungkasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rizky Ahmad Fauzi

Copy Editor :

Daryono, Kiper Persija yang Dianggap Seperti Hulk